JD.ID Dukung Penuh Digitalisasi UMKM Untuk Disabilitas dan Perempuan

0
163

Wabah Pandemi telah mengubah kebiasaan berbelanja masyarakat dari offline menjadi online. Sehingga saat ini e-commerce semakin dilirik para pelaku UMKM sebagai platform yang tetap dapat menopang perekonomian para pelaku usaha, terlebih UMKM menjadi salah satu yang terdampak besar akibat wabah pandemic saat ini.

Hal ini pun selara dengan pernyataan Mentri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, “Penjualan secara online menjadi sebuah solusi bagi UMKM yang masih bisa menjalankan usahanya untuk tetap dapat memasarkan produknya sesuai dengan protokol pencegahan Corona”.

Tepat di hari Kamis (18/02/2021) staf khusus kepresidenan mengunjungi JD.ID untuk membahas pemulihan ekonomi melalui ekonomi inklusi untuk memetakan dukungan e-commerce dalam pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah dari kelompok rentan yaitu perempuan, disabilitas, kelompok minoritas, dan juga lansia.

Menanggapi hal tersebut, JD.ID yang merupakan salah satu dari 10 besar e-commerce yang ada di Indonesia. JD.ID mendukung penuh usulan untuk memaksimalkan para pelaku UMKM dengan mendorong digitalisasi UMKM dengan membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk dapat ekspor produk ke China.

Tidak hanya itu, JD.ID juga akan membantu usaha kecil atau warung melalui pemasok barang dan modal melalui platform WarungKu. JD.ID juga menjalin kerja sama dengan NU untuk membangkitkan usaha di pesantren.

Selain memberikan dukungan digitalisasi bagi para pelaku UMKM, JD.ID juga memiliki rencana dalam memberikan pelatihan kepada UMKM agar lebih memahami literasi digital, memberikan paparan kepada mahasiswa di universitas mengenai bisnis e-commerce, serta melakukan pemetaan UMKM yang ada di Indonesia.

Dengan langkah-langkah yang telah JD.ID jalankan, serta rencana kedepan JD.ID untuk menyokong perkembangan UMKM sangat selaras dengan tujuan kunjungan staf khusus kepresidenan. JD.ID akan berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan support terbaiknya untuk membantu UMKM kelompok rentan yaitu perempuan, disabilitas, kelompok minoritas, dan juga lansia untuk tetap bisa meningkatkan penjualannya melalui e-commerce dalam mewujudkan pemajuan ekonomi inklusif yang membutuhkan strategi evidence based.

Agar kedepannya akan dapat digunakan sebagai bahan pemetaan bagi pemerintah untuk pemulihan ekonomi pasca pandemic Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here