TV Analog ke Digital: Ini Perbedaan dan Cara Mengubahnya!

0
1527
TV Analog ke Digital: Ini Perbedaan dan Cara Mengubahnya!

Peralihan TV analog ke digital memang tengah menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang menerapkan analog switch-off (ASO).

Jika didefinisikan secara detail, ASO merupakan kebijakan penghentian siaran TV analog karena akan diganti menjadi siaran digital. Hal tersebut tertuang pada peraturan Permenko Nomor 6 Tahun 2021, terdapat lima tahap penghentian siaran televisi analog:

  • Tahap I: paling lambat 17 Agustus 2021
  • Tahap II: paling lambat 31 Desember 2021
  • Tahap III: paling lambat 31 Maret 2022
  • Tahap IV: paling lambat 17 Agustus 2022

Jadi, bagi masyarakat yang masih menggunakan televisi analog diminta untuk segera menggantinya, atau memasang perangkat tambahan yang mampu mengubah sinyal tersebut.

Pasalnya, Kominfo memberikan batas maksimal untuk ASO di sejumlah daerah di Indonesia pada 2 November 2022. Setelah tanggal tersebut, siaran televisi yang diperbolehkan hanya terestrial digital.

Agar tidak bingung, ada baiknya kamu mengetahui lebih jelas terkait migrasi TV analog ke digital, mulai dari perbedaan hingga cara mengubahnya.

Baca Juga: Awas Tertukar! Ini 5 Perbedaan Smart TV dan Android TV

Mengenal Proses TV Analog ke Digital

Proses TV Analog ke Digital
Foto: Internet

Sebelum masuk ke pembahasan lebih dalam, TV analog memang menjadi andalan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan berbagai informasi terkini secara langsung serta menjadi media hiburan yang menyenangkan.

Hal itu bisa terjadi lantaran sinyal yang dipancarkan memiliki format audio dan video, kemudian ditransmisikan dalam gelombang AM dan FM sehingga dapat menghadirkan siaran yang bagus.

Hanya saja, TV ini sangat bergantung pada frekuensi sinyal yang dikeluarkan pemancar. Dengan begitu, posisi antena, cuaca, dan letak geografis sangat memengaruhi kualitas gambar yang ditangkap.

Tetapi, di luar itu televisi ini menjadi sistem penyiaran pertama yang dikembangkan, bahkan menjadi penemuan hebat di masanya. Namun, agar masyarakat dapat lebih leluasa menikmati berbagai siaran, pemerintah mengharuskan untuk segera mengalihkan TV analog ke digital.

Cara Mengetahui TV Digital atau Analog

Cara Mengetahui TV Digital atau Analog
Foto: viva.co.id

Untuk bisa mengetahui TV digital dan analog lebih jelas, kamu perlu melihat ciri khas dari keduanya. Secara visual mungkin bisa dilihat dari tampilan layarnya, tapi untuk aspek lainnya bisa kamu ketahui pada tabel di bawah ini.

TV Analog TV Digital
Umumnya berbentuk tabung Bentuknya cenderung lebih ramping dan tipis
Mengandalkan antena UHF Mengandalkan koneksi internet
Gambarnya cenderung bintik-bintik Gambar yang dihadirkan lebih jernih
Sinyal pemancar cenderung tidak stabil Sinyal pemancar stabil
Kualitas gambar dipengaruhi cuaca Kualitas gambar sangat bagus hingga High Definition (HD) dan 4K
Tidak memiliki fitur pendukung apapun Mendukung fitur pencarian siaran digital (DTV) dan program streaming

 

Cara Mengubah TV Analog ke Digital

Cara Mengubah TV Analog ke Digital
Foto: siarandigital.kominfo.go.id

Selain mengetahui ciri khas dari TV digital dan analog, kamu juga perlu paham bagaimana cara mengubahnya yang ternyata bisa dilakukan seperti berikut ini.

1. Menggunakan Set Top Box (STB)

Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengubah TV analog ke digital, yaitu menggunakan Set Top Box (STB). Buat kamu yang belum tahu, ini adalah alat konversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang nantinya akan ditampilkan di televisi.

Nah, untuk bisa menggunakan perangkat ini, kamu perlu melakukan beberapa langkah yang di antaranya, yaitu:

  • Matikan TV analog
  • Siapkan STB DVB-T2 yang mendukung sambungan antena di televisi analog
  • Cabut kabel antena yang terpasang di TV
  • Pasang kabel antena ke port bernama “ANT IN” yang terletak di bagian belakang STB
  • Sambungkan kabel HDMI atau kabel AV dari port di STB ke TV analog
  • Pastikan STB sudah terhubung dengan aliran listrik (stop kontak)
  • Nyalakan STB dan TV analog
  • Masuk ke menu pengaturan di layar televisi dan pilih mode tampilan AV
  • Setelah muncul menu STB, pilih opsi pencarian saluran
  • Nantinya muncul tampilan saluran siaran digital dan pilih opsi simpan
  • Siaran digital di TV analog bisa langsung disaksikan.

Baca Juga: Cara Menghubungkan HP ke TV, Android dan iOS User Wajib Tahu!

2. Mengandalkan Perangkat Penerima DVB-T2

Melansir dari situs resmi kominfo.go.id, kamu dapat migrasi TV analog ke digital dengan memanfaatkan perangkat penerima DVB-T2, yaitu alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital.

Teknologi yang sudah diadopsi oleh sejumlah negara di Eropa dan Asia ini dapat memberikan kualitas HD secara gratis. Namun, kamu harus memasang antena untuk dapat menerima sinyal. Meski begitu, pemasangannya terbilang lebih sederhana dibanding dengan TV analog.

Akan tetapi, setiap daerah mempunyai jadwal siaran televisi digital yang berbeda-beda. Kamu bisa mengetahuinya melalui siarandigital.kominfo.go.id maupun menggunakan aplikasi Sinyal TV Digital yang sudah tersedia di Android dan iOS.

Bagaimana cara menggunakan aplikasi tersebut? Berikut tahapannya:

  • Mengunduh aplikasi Sinyal TV Digital
  • Berikan izin akses lokasi
  • Tampilan aplikasi akan berubah menjadi peta sesuai lokasi kamu
  • Klik menu “Legend” yang berada di bagian kiri bawah
  • Akan terlihat informasi terkait sinyal televisi dari terlemah hingga terkuat.

Masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial akan mendapatkan STB gratis yang sudah dimulai sejak 15 Maret 2022 lalu.

Namun, bagi yang tidak masuk dalam daftar bisa membeli perangkat STB maupun antena untuk mendukung perangkat penerima DVB-T2 di toko online. Bahkan, kamu juga dapat beralih ke Smart TV keluaran merek-merek ternama yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan dana yang tersedia dengan belanja di JD.ID.

Pengin lebih hemat lagi? Pakai saja sejumlah promo yang tersedia seperti diskon, cashback, gratis ongkir, dan cicilan 0%. Dengan begitu, kegiatan belanja jadi makin untung, apalagi semua produk yang dijual sudah #DijaminORI. Kalau begitu, tunggu apalagi? Yuk, beli sekarang!