Iwan Tirta Luncurkan Private Collection 2020 Hanya di JD.ID

0
80

Label fashion dan gaya hidup selalu mengusung esensi jiwa Indonesia dalam setiap karya, melalui Iwan Tirta Private Collection, yang kembali menghadirkan koleksi terbarunya. Melalui koleksi bertajuk “Mataguru”, Iwan Tirta selaku maestro sekaligus pendiri label tersebut, kembali menjadi sumber ide dan inspirasi dalam melahirkan kreasi.

“Mataguru ini adalah apresiasi kami sebagai generasi penerus kepada sang maestro Iwan Tirta, dalam membawakan batik hingga menjadi  suatu warisan budaya yang tetap relevan dari generasi satu ke generasi lainnya.”, ujar Widiyana Sudirman – CEO Iwan Tirta Private Collection.

“Mataguru” dalam pergelaran ini diartikan sebagai visi seorang Iwan Tirta dalam perjalanannya hingga menjadi seorang maestro budaya. Di mana dalam setiap perjalanan tersebut, sang maestro banyak belajar dan menyerap dari berbagai sumber, dalam menghadirkan karya-karya batik sepanjang hidupnya, sehingga menjadi karya adiluhung. Pergelaran “Mataguru” ini adalah kali ketiga Iwan Tirta Private Collection dengan didukung penuh oleh JD.ID dan PermataBank Priority.

“PermataBank Priority memberikan dukungan kepada Iwan Tirta karena melestarikan batik sebagai warisan sejalan dengan positioning brand yang memahami pentingnya meneruskan legacy kepada generasi selanjutnya.  Kesuksesan yang telah diraih dapat dinikmati bersama keluarga dan diteruskan sebagai sebuah legacy. Oleh karena itu PermataBank Priority secara berkala mengadakan berbagai kegiatan dan penawaran eksklusif bagi nasabah dan keluarganya, di antaranya adalah pergelaran Iwan Tirta Private Collection.”, demikian sebagaimana disampaikan oleh Glenn Ranti – Head of Communications PermataBank.

Pergelaran “Mataguru” dimulai dengan pemutaran film pendek “Perjalanan Sehelai Kain” yang telah diluncurkan pertama kali pada Hari Batik Nasional ke-10, 2 Oktober 2019 lalu.  Film pendek tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengedukasi khalayak bahwa batik adalah warisan budaya yang membutuhkan proses demi proses untuk menjadikan sehelai kain yang indah.  “Lebih dari itu, kami ingin memberikan gambaran bahwa proses membuat batik adalah tentang kerjasama.  Setiap prosesnya dilakukan oleh orang atau tim yang berbeda.”, ungkap Widiyana.  Film pendek “Perjalanan Sehelai Kain” juga diharapkan dapat menjadi medium komunikasi untuk meneruskan misi sang maestro dalam melestarikan batik sebagai warisan seni dan budaya kebanggaan Indonesia.

Implementasi kreasi Mataguru mengadaptasi konsep yang biasa diaplikasikan dari elemen pertunjukan wayang.  Presentasi busana “Mataguru” ini pun, disuguhkan melalui parade 3 (tiga) babak (sequences), yang masing-masing babak tersebut terinspirasi oleh babak dalam pertunjukan wayang yaitu: Talu, Adeg Jejer, dan Adeg Sabrang.

Pada babak  “Talu”, koleksi “Mataguru” didominasi dengan motif Pohon Hayat dan Gunungan Kekayon yang juga kerap dipakai sebagai simbol pembuka pada pertunjukkan wayang.  Dalam sequence ini, motif Pohon Hayat dan Gunungan Kekayon banyak didominasi warna abu-abu. “Mataguru” dilanjutkan dengan babak “Adeg Jejer” yang didominasi oleh motif-motif Keraton dengan palet khas batik Keraton yang klasik yaitu cokelat.  Rangkaian koleksi sequence “Adeg Jejer” ini adalah simbol tentang perjalanan Iwan Tirta dalam mempelajari batik dari balik tembok Keraton Jawa.  Motif Parang, Mangkuto (mahkota) dan Gurdo sebagaimana banyak ditemukan dalam simbol-simbol pada Keraton Jawa pun banyak mewarnai sequence ini.  “Mataguru” kemudian ditutup dengan sequence “Adeg Sabrang” dengan menampilkan motif-motif yang terpengaruh budaya Eropa dan China. Stilasi bunga dan burung dalam kombinasi warna cerah menjadi porsi utama dalam babak ini, sebagaimana ciri khas motif-motif batik pesisir Jawa yang banyak terpengaruh oleh budaya asing yang masuk ke Indonesia tersebut.  “Adeg Sabrang” adalah juga tentang bagaimana Iwan Tirta mengadaptasi paparannya terhadap fashion internasional ke dalam batik tradisional.

Gaya sartorial menjadi highlight dalam 36 (tiga puluh enam) koleksi “Mataguru” ini.  Melalui kombinasi material sutra satin dan sutra tenun dengan material tulle, Iwan Tirta Private Collection menyampaikan tentang konsep batik yang modern namun tetap mewah.  Rangkaian koleksi pakaian wanita ditampilkan dalam berbagai pilihan kombinasi dress dan outer, pada beberapa look terlihat kombinasi outer dengan celana yang cocok untuk tampilan wanita masa kini.  Koleksi “Mataguru” juga dipercantik dengan aksesoris dari Rinaldy Yunardi, seperti brooch, oversized earrings dan clutch.  Sedangkan untuk koleksi pria, masih didominasi dengan kemeja yang tampil dalam variasi motif utama “Mataguru”.  Tampil dengan styling kombinasi etnik modern yaitu dengan paduan coat, sarung, hingga celana pendek, untuk memberikan inspirasi alternatif paduan kemeja yang cocok untuk kesempatan formal yang edgy.  Seluruh tampilan koleksi pakaian pria “Mataguru” ini disempurnakan oleh koleksi sepatu pria dari Mario Minardi.

Meski tidak mengadopsi sepenuhnya, konsep Wayang dihadirkan melalui permainan light and shadow. Elemen pohon besar diaplikasikan sebagai dekorasi pada panggung sebagai  terjemahan dari Pohon Hayat, yang membawakan cerita tentang bagaimana asal-muasal kehidupan alam semesta, juga sebagai simbol siklus perjalanan kehidupan.

“Mataguru” merupakan koleksi yang mengadaptasi apa yang telah sang maestro Iwan Tirta kontribusikan pada kebudayaan, dengan tetap mengimplementasinya sesuai relevansi gaya hidup saat ini.  Sejalan dengan gaya hidup saat ini, untuk pertama kalinya Iwan Tirta Private Collection bergabung dengan e-commerce, dimana JD.ID sebagai platform e-commerce pertama yang dipilih oleh Iwan Tirta Private Collection dalam menjual koleksi ready-to-wearnya.

Stephanie Susilo, Head of Fashion Category JD.ID mengatakan bahwa kolaborasi JD.ID dengan Iwan Tirta adalah salah satu pencapaian terbaik mengingat Iwan Tirta merupakan maestro Batik yang telah melestarikan mahakarya batik sebagai warisan nusantara. “Bagi kami berkolaborasi dengan Iwan Tirta ini merupakan salah satu pencapaian yang positif dan membanggakan, karena Iwan Tirta melalui Iwan Tirta Private Collectionnya selalu menghasilkan berbagai mahakarya terbaik yang mengangkat nilai-nilai dari akar budaya khas Indonesia yang otentik, dimana hal tersebut selaras dengan tagline kami, yaitu #DijaminOri jelas Stephanie.

Tentang Iwan Tirta Private Collection

Iwan Tirta Private Collection merupakan label gaya hidup mewah yang fokus mengangkat heritage dan budaya Indonesia sebagai inspirasi, dan Batik sebagai identitas utama. Label yang selalu fokus melestarikan warisan Iwan Tirta sebagai maestro Batik yang berpikiran modern ini sudah mengarsipkan lebih dari 10.000 desain motif Batik yang diwariskan sang pendiri. Melalui Iwan Tirta Private Collection, semangat Iwan Tirta bersama warisan dan tradisi batiknya akan terus diimplementasikan sesuai dengan relevansi zaman dan gaya hidup hari ini. Rangkaian koleksi batik, aksesoris wanita, hingga produk interior.

Tentang PermataBank 

PermataBank telah berkembang menjadi sebuah bank swasta utama yang menawarkan produk dan jasa inovatif serta komprehensif terutama disisi delivery channel-nya termasuk Internet Banking dan Mobile Banking. PermataBank memiliki visi menjadi Pelopor dalam memberikan solusi finansial yang inovatif. Melayani sekitar 2 juta nasabah di 58 kota di Indonesia, per Oktober 2013 tercatat PermataBank memiliki 308 cabang (15 Cabang Syariah & 293 Cabang Konvensional), 20 Cabang Bergerak (Mobile Branch), tiga Payment Point, 888 ATM dengan akses di lebih dari 50.000 ATM (VisaPlus, Visa Electron, MasterCard, Alto, ATM Bersama dan ATM Prima) dan jutaan ATM di seluruh dunia yang terhubung dengan jaringan Visa, Mastercard, Cirrus. Website PermataBank dapat diakses di http://www.permatabank.com

Penawaran eksklusif Iwan Tirta Private Collection dengan PermataBank:

  • Hemat hingga 50% dan SimplePay 0% 3 dan 6 Bulan dengan minimum pengajuan Rp1.000.000,- untuk semua produk Iwan Tirta Private Collection pada tanggal 28 November 2019, berlaku untuk semua pengguna PermataKartuKredit dan PermataDebit Plus.
  • Hemat hingga 20% dan SimplePay 0% 3 dan 6 Bulan dengan minimum pengajuan Rp1.000.000,- untuk pakaian wanita dan 2 produk pria hingga 31 Desember 2019, berlaku untuk pengguna PermataBlack World Mastercard, PermataPriority Debit Plus dan PermataPriority Syariah Debit Plus.

Tentang JD.ID

JD.ID adalah sebuah perusahaan e-dagang terdepan di Indonesia yang mulai beroperasi sejak Maret 2016 dan saat ini memiliki sepuluh gudang di enam kota besar di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Pontianak, Medan, Makasar, dan Semarang untuk memberikan layanan terpadu. Dengan mengemban misi “Make JOY Happen”, JD.ID menjadi perusahaan e-dagang yang berkomitmen untuk menghadirkan produk yang asli dengan slogan #DijaminORI. Saat ini, JD.ID menyediakan lebih dari 1 juta SKU di 19 kategori utama yang akan terus bertambah dari waktu ke waktu. JD.ID juga berkomitmen mengembangkan teknologi masa depan seperti JD.ID X, pusat pengalaman belanja berbasis teknologi kecerdasan buatan di Indonesia dan Asia Tenggara; JD.ID Virtual, yang menawarkan cara belanja baru melalui teknologi pindai yang dibalut dalam tema #AdvancingIndonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here