Jangan Lakukan Hal Ini, Saat Kamu Menggunakan Raw Denim

0
5833

Berbicara tentang denim, pasti semua orang memiliki paling tidak satu potong denim di lemari bajunya. Namun belum tentu di dalam lemari baju seseorang tersimpan raw denim. Bagi penggemar kamu yang merupakan pecinta denim, wajib hukumnya memiliki jenis denim ini. Bila belum memilikinya, kamu bisa diartikan hanya penyuka denim saja. Raw denim bukanlah jeans regular yang dimiliki banyak orang. Meskipun bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, adalah ‘mentah’. Namun bukan berarti jenis denim ini belum jadi. Raw denim memang berbeda dengan celana jeans lainnya.

Bahannya diambil langsung dari mesin tenun, dijahit menjadi celana. Raw denim tidak mengalami proses pencucian yang beranekaragam itu. Juga tidak pernah melalui proses pencelupan apapun. Raw denim sesuai dengan namanya memang mentah belum mengalami proses apapun. Meskipun ‘mentah’ namun harganya melebihi harga jeans kebanyakan. Bisa dibilang, raw denim lebih mahal ketimbang jeans regular. Raw denim adalah seni dalam dunia fashion, denim ini hanya diproduksi dalam jumlah terbatas, bukan produksi massal.

Apakah kamu ingin membeli jeans berbahan raw dalam waktu dekat ini? Jangan sampai hal-hal berikut membuatmu menyesal setelah membeli jeans yang kamu inginkan.

1. Tidak Mengatahui Ukuran Jeans Yang Cocok

Ini hal utama yang membuat banyak orang menyesal ketik membeli jeans. Dengan banyaknya bentuk cuttingan dari jeans, mulai dari skinny sampai straight, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan fit apa yang akan kamu gunakan. Jika kamu menyukai gaya vintage rugged, kamu dapat membeli jeans bersiluet straight atau slim straight. Jika kamu suka dengan gaya modern streetwear, kamu dapat membeli jeans bersiluet slim atau skinny.

Mengukur bentuk tubuhmu dan membandingkannya dengan size chart jeans juga penting agar kamu tidak salah ukuran. Penting untuk diketahui, brand A dan B yang mempunyai siluet sama bisa saja mempunyai ukuran berbeda untuk tag size yang sama. Selain itu terdapat dua metode pengukuran jeans, yaitu flat (biasanya digunakan jeansmaker dari Amerika dan Eropa) dan round (biasanya digunakan jeansmaker dari Jepang). Maka dari itu, sangat penting berkonsultasi dengan penjual jeans tersebut. Apalagi jika jeans tersebut tersedia di kotamu, ada baiknya kamu mencobanya sebelum membeli.

2. Tidak Melakukan Riset Sebelum Membeli

Ini berkaitan dengan poin pertama, dalam mencari sebuah jeans yang cocok, terlebih jika kamu membeli jeans dari luar negeri, sebaiknya kamu melakukan riset tentang jeans yang akan kamu beli. Hal ini akan membantumu untuk memutuskan berdasarkan hal apa yang mereka sukai atau tidak dari jeans tersebut.

Ya, pada akhirnya semua akan kembali kepadamu. Tidak ada salahnya membandingkan fabric dan fit jeans antara satu dengan yang lain. Jika satu brand mempunyai beberapa pilihan, kamu dapat membandingkan dan memilih mana yang cocok denganmu.

3. Tidak Mengetahui Karakter Jeans Yang Dibeli

Poin ketiga ini juga penting untuk kamu pahami. Contohnya, jeans yang punya kerapatan tinggi (high tension), walaupun ringan, cenderung lebih terasa panas dibanding jeans yang berat namun punya kerapatan rendah (low tension). Hal ini disebabkan pori-pori jeans lebih lebar pada jeans berkerapatan rendah. Jika kamu tinggal di daerah panas, jeans dengan kerapatan rendah bisa jadi pertimbangan. Begitu juga sebaliknya.

Contoh lainnya, jeans sanforized akan cenderung mengalami penyusutan yang lebih sedikit dibanding jeans unsanforized. Penyusutan dan peregangan ini ternyata juga dipangaruhi oleh kerapatan pada poin pertama. Momotaro adalah salah satu brand yang membuat jeans unsanforized (seri Vintage Label), tapi jeansnya tidak banyak meregang. Oni dan Pure Blue Japan juga membuat jeans unsanforized tapi karakternya berbanding terbalik. Hal ini karena Momotaro menggunakan high tension weave, sedangkan Oni dan Pure Blue Japan menggunakan low tension weave.

 4. Tidak Mengerti Cara Merawat Jeans

Hal ini juga masih sering terjadi, kadang kita bingung apa yang harus dilakukan pada rendaman pertama atau cara mencuci yang benar. Sebenarnya sudah banyak referensi tentang cara mencuci atau merendam jeans, tinggal bagaimana kita bersikap terhadap artikel tersebut. Sedikit kilas balik. Temperatur, lama perendaman, dan pengadukan mempengaruhi penyusutan saat proses perendaman. Jika kamu merasa jeansmu sudah cukup fit di badanmu, kamu bisa merendamnya dengan air dingin selama 20-30 menit. Sebaliknya, jika kamu merasa jeansmu kebesaran, kamu dapat merendamnya dengan air hangat selama 40 menit. Kalau perlu, aduk juga menggunakan tangan.

Merendam Jeans Juga Dapat Dilakukan Secara Inside Out

Sama seperti proses perendaman, proses pencucian bergantung pada suhu. Air yang lebih panas memembuat jeans menyusut lebih banyak. Beberapa artikel menyebutkan bahwa air hangat membersihkan jeans lebih baik karena molekul jeans bergerak lebih cepat, menghasilkan gaya kinetik yang lebih besar di suhu yang tinggi. Hal ini juga membuat indigo loss lebih banyak dibanding penggunaan air dingin.

Bagi sahabat JD.ID yang ingin memiliki koleksi denim terlengkap dengan aneka macam pilihan brand lokal maupun internasional, bisa kunjungi laman JD.ID sekarang untuk mengetahui koleksi terbaik yang JD.ID miliki.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here