Ketahui Modus Penipuan Phising Mengatasnamakan JD.ID dan Meminta OTP

0
275

Selain membawa banyak manfaat, perkembangan teknologi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan penipuan dan mengeruk keuntungan, misalnya scammer alias penipu melalui teknik phising. Phising adalah sebuah upaya menjebak korban untuk mencuri informasi pribadi, seperti nomor rekening bank, kata sandi, dan nomor kartu kredit.

Aksi phising bisa dilancarkan melalui berbagai media seperti e-mail, media sosial, panggilan telepon, dan SMS, atau teknik rekayasa sosial dengan memanipulasi psikologis korban. Saat menghubungi target, pelaku phising akan berpura-pura menjadi pihak resmi yang mungkin pengguna kenal atau percayai, seperti pihak bank, perusahaan kartu kredit, aplikasi pembayaran online, dan yang sedang marak saat ini juga seller toko online.

Ketika melancarkan aksinya, pelaku phising biasanya akan mengawali penipuan dengan memberikan kalimat-kalimat yang membuat khawatir atau antusias untuk memancing reaksi. Misalnya, mereka mengirimi pesan ke pengguna mengabarkan bahwa ada aktivitas yang tidak sah dan mencurigakan di akun pengguna, atau ada transaksi dalam jumlah besar dari kartu kredit pengguna di luar negeri.

Ada juga yang berupaya menjebak dengan mengatakan bahwa calon korbannya memenangkan hadiah tertentu. Bersama dengan kabar tersebut, pelaku phising biasanya menggiring korban ke situs yang dibuat agar mirip dengan situs resmi suatu pihak seperti bank, dan e-commerce padahal bukan.

Contoh penipuan mengatasnamakan JD.ID dengan website palsu/tidak resmi.

Di situs inilah korban diminta untuk memasukkan data pribadi, baik berupa e-mail dan kata sandi, nomor rekening bank, atau nomor kartu kredit. Informas tersebut bisa digunakan oleh scammer untuk menguras uang korban, memeras korban, atau dijual kepada penjahat lainnya.

Langkah awal untuk menghindari phising adalah dengan mengenali ciri-cirinya. Jika pengguna menerima pesan, baik di media sosial, e-mail, panggilan telepon, dan SMS, yang meminta pembaruan atau verifikasi data pengguna, sebaiknya identifikasi pesan secara menyeluruh terlebih dahulu. Pesan phising biasanya akan berisi kesalahan pengetikan atau kesalahan tata bahasa. Selain itu, pesan phising juga akan menggiring pengguna untuk mengklik tautan yang beirisi situs mirip dengan versi aslinya.

Contoh jenis penipuan mengatasnamakan seller JD.ID yang memberikan link palsu saat mengirim barang

Jika pesan memang dicurigai sebagai phising, pengguna sebagiknya jangan klik link atau lampiran apapun yang ada dalam pesan tersebut. Cukup hapus pesan yang diduga phising tersebut. Jika pengguna sudah terlanjur mengklik link dan digiring ke situs diduga phising, kenali situs tersebut, misalnya mengidentifikasi alamat situs, apakah memang situs resmi yang dilindungi dengan enkripsi untuk keamanan data (HTTPS) atau bukan.

Selain cara phising, penipuan menggunakan modus pencurian One-Time Password (OTP) semakin banyak terjadi. Kode OTP biasa digunakan untuk memverifikasi saat akan log-in ke sebuah akun. Jika telah memiliki kode ini, siapa pun berpeluang untuk masuk ke akun yang dituju. Untuk meyakinkan korban, biasanya penipu akan menyebutkan nama korban dengan dalih ingin mengonfirmasi. Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan agar Sahabat JD.ID tidak mengalami kejahatan digital ini.

Untuk mencegah hal tersebut, pengguna diharap untuk mengerti apa itu kode OTP dan  tidak membagikannya kepada orang lain, siapa pun orangnya, baik yang dikenal maupun oknum yang mengatasnamakan JD.ID sekalipun.  Pengguan juga diharapkan untuk tidak mudah percaya atas permintaan data yang mengatasnamakan bank atau penyedia layanan.

Apabila pengguna mendapatkan e-mail yang mengatasnamakan perusahaan, pastikan alamat e-mail tidak menggunakan kode-kode aneh, dan alamat e-mail yang mencurigakan. Periksa alamat e-mail resmi melalui internet. Kemudian tetap mengingat bahwa perusahaan apa pun tidak akan meminta kode OTP kepada para penggunanya, karena perusahaan sudah memiliki akses data rahasia pengguna.

Sahabat JD.ID harus selalu waspada dengan berbagai macam cara modus penipuan mengatasnamakan JD.ID. Selain itu, kalau Sahabat JD menemukan hal yang mencurigakan dan/ atau berhubungan dengan JD.ID, harap segera melaporkan hal ini kepada tim “Customer Service (CS)’ kami, dengan menghubungi melalui layanan Live Chat, Call Center : 1500 618 atau bisa juga ke akun resmi Social Media JD.ID.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here