BPJS Kesehatan: Pengertian, Jenis dan Manfaat Jadi Peserta!

0
838
bpjs kesehatan
Foto: jawapos

Tak bisa dipungkiri BPJS Kesehatan kini sudah menjadi kebutuhan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Soalnya, dengan mengandalkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kamu dapat menikmati perawatan medis secara cuma-cuma alias gratis.

Bahkan, seperti dilansir dari akun Instagram resmi @bpjskesehatan_ri menyebutkan bahwa biaya persalinan yang ditanggung BPJS bisa mencapai triliunan rupiah. Tak hanya itu, kamu juga bisa membeli kacamata dengan menggunakan kartu BPJS.

Namun, untuk dapat menikmati seluruh fasilitas tersebut, ada baiknya kamu mengenal seluk-beluk BPJS Kesehatan, mulai dari pengertian, jenis peserta, hingga manfaat yang akan kamu dapatkan. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Cek Iuran BPJS Kesehatan Terbaru di Sini!

BPJS Kesehatan Adalah

bpjs kesehatan adalah
Foto: sinarmas

BPJS Kesehatan adalah program pemerintah yang ditujukan untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia. Dengan menjadi peserta BPJS, masyarakat bisa melakukan berbagai macam pengobatan mulai dari rawat jalan, rawat inap, dan sebagainya tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeserpun.

Perlu diketahui BPJS Kesehatan sebenarnya sudah ada sejak tahun 1968 dengan nama BPDPK (Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan). Namun, program tersebut berubah menjadi ASKES (Asuransi Kesehatan).

Demi meningkatkan pelayanan untuk masyarakat, pemerintah kemudian mengganti layanan tersebut menjadi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang ditetapkan dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Jenis Peserta BPJS

jenis bpjs kesehatan
Foto: Goodnewsfromindonesia

Agar program ini dapat berjalan dengan optimal, pemerintah membagi peserta BPJS menjadi beberapa kategori. Berikut ulasan lengkapnya.

Merujuk dari laman resmi BPJS Kesehatan, seluruh penduduk Indonesia diwajibkan untuk menjadi peserta JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS, termasuk orang asing yang telah bekerja minimal enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak penjelasan di bawah ini:

1. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)

Peserta yang masuk ke dalam kategori PBI JK, yaitu masyarakat yang tergolong fakir miskin atau orang tidak mampu. Dengan begitu, iuran per bulan yang harus dibayarkan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Untuk kriteria peserta PBI JK, yaitu WNI (Warga Negara Indonesia), memiliki NIK yang terdaftar di Dukcapil dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

2. Peserta Mandiri

Sesuai dengan namanya, peserta BPJS Kesehatan mandiri adalah mereka yang mendapatkan jaminan perlindungan kesehatan dengan melakukan pembayaran per bulan secara mandiri atau tidak ditanggung oleh pemerintah.

Untuk iuran yang harus dibayarkan setiap bulan tergantung dari jenis kelas yang dipilih. Seperti dikutip dari website BPJS, berikut iuran untuk peserta mandiri:

  • Kelas 3: Rp 35 ribu
  • Kelas 2: Rp 100 ribu
  • Kelas 1: Rp 150 ribu.

Perlu diketahui bahwa yang membedakan kelas tersebut hanya tipe kamar saat rawat inap. Sedangkan untuk obat-obatan yang diterima tetaplah sama.

3. Pekerja Penerima Upah (PPU)

Seperti yang sudah diatur dalam Undang-Undang Pasal 15 ayat (2), setiap perusahaan diwajibkan untuk mendaftarkan seluruh karyawan menjadi peserta BPJS Pekerja Penerima Upah. Berikut yang termasuk dalam PPU:

  • Aparatur Sipil Negara
  • Anggota TNI
  • Anggota Polri
  • Pejabat Negara
  • Pegawai pemerintah non pegawai negeri
  • Pegawai swasta
  • Pekerja Asing yang sudah bekerja selama enam bulan di Indonesia.

Iuran BPJS PPU yang wajib dibayarkan setiap bulan yaitu sebesar lima persen, dengan rincian empat persen ditanggung oleh perusahaan dan satu persen dibebankan kepada pegawai atau karyawan.

Misal, Rido mendapatkan gaji Rp 10 juta per bulan. Maka, Rido akan dikenakan potongan iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 100 ribu, yaitu satu persen dari Rp 10 juta.

Baca Juga: Cara Bayar BPJS Kesehatan via JD.ID di jamin Mudah

Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS

manfaat bpjs kesehatan
Foto: medcom

Sejak diluncurkan pada tahun 2014, banyak peserta yang merasa terbantu dengan adanya program dari BPJS Kesehatan. Bahkan kebahagiaan masyarakat turut diabadikan oleh Instagram resmi BPJS. Berikut beberapa di antaranya:

“BPJS membuat saya tenang, karena ketika istri melahirkan saya tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayar rumah sakit,” ucap Agus seorang pegawai swasta yang menjadi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU).

“Orang tua saya sakit lipoma, karena ada benjolan di punggung sudah sekitar lima belas tahun. Alhamdulilah saat pelayanan semua pelayanan gratis. Waktu itu tidak rawat inap karena waktu datang dilakukan observasi dan seminggu kemudian datang kembali untuk tindakan operasi. Apalagi kita yang pekerjaannya hanya seorang petani dan nelayan, dengan pemasukan yang tidak menentu. Jadi dengan adanya program JKN ini sangat membantu” ujar Sumi peserta JKN-KIS segmen PBPU.

Lantas, apa manfaat lainnya yang bisa didapatkan saat bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan? Untuk diketahui, manfaat BPJS Kesehatan dibagi menjadi beberapa poin berdasarkan dari tingkatannya, berikut penjelasannya:

  • Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, akan mendapatkan pelayanan berupa rawat jalan dan puskesmas, praktik mandiri dokter dan praktik mandiri dokter gigi. Selain itu peserta juga akan mendapatkan fasilitas penunjang seperti apotik dan laboratorium.
  • Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP), mendapatkan manfaat berupa rawat jalan pertama yang bersifat pencegahan dan pengobatan seperti imuniasai rutin, layanan keluarga berencana dan sebagainya.
  • Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), mendapatkan akomodasi rawat inap, pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis.
  • Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan, mendapatkan pelayanan perorangan yang bersifat spesialis atau subspesialis yang meliputi rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan dan rawat inap di ruang perawatan khusus.
  • Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL), layanan ini memberikan pelayanan mulai dari administrasi, pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis yang dilakukan di UGD.
  • Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), memberikan perawatan non intensif dan intensif seperti ICU, ICCU, NICU, PICU.

Itu dia beberapa informasi mengenai BPJS Kesehatan, jika kamu belum memiliki kartu BPJS sebaiknya segera melakukan pendaftaran untuk dapat menikmati berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh program tersebut.

Selain itu, pemerintah juga sudah mewajibkan seluruh warga negara Indonesia untuk terdaftar menjadi peserta JKN. Soalnya tak hanya dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan layanan pengobatan gratis, kartu BPJS Kesehatan juga menjadi salah satu syarat resmi untuk jual beli tanah.

Nah, jika kamu sudah menjadi peserta dan ingin melakukan pembayaran iuran bulanan tidak perlu repot lagi datang ke kantor BPJS Kesehatan setempat, karena kamu sudah bisa melakukannya secara online. Ya, salah satunya melalui website atau aplikasi JD.ID.

Agar tidak bingung, berikut langkah-langkah pembayaran BPJS Kesehatan di JD.ID:

  • Pilih kategori “Produk Digital”
  • Klik “BPJS”
  • Pilih “Pembayaran Tagihan” dan klik “BPJS”
  • Masukkan Nomor Kepesertaan BPJS
  • Pilih tanggal “Periode” sesuai bulan iuran yang akan dibayarkan
  • Klik kotak merah bertuliskan “Cek Tagihan”
  • Pilih metode pembayaran yang ingin digunakan
  • Lakukan pembayaran dan transaksi berhasil dilakukan.

Bukti resi akan terkirim secara otomatis ke email pelanggan yang sudah terdaftar pada akun JD.ID. Jadi, pastikan email kamu sudah terdaftar dengan benar.

Agar pembayaran lebih murah, kamu bisa menikmati promo voucher, diskon potongan harga, hingga cashback. Yuk, lakukan pembayaran BPJS Kesehatan kamu sekarang hanya di JD.ID.