Harry Potter 20th Anniversary: Return to Hogwarts, Ajang Nostalgia yang Emosional

0
750

Sudah 10 tahun sejak Film Harry Potter terakhir, Harry Potter and the Deathly Hallows part. 2, hadir di bioskop di seluruh dunia pada 15 July 2011. Sudah 20 tahun lamanya sejak film pertamanya, Harry Potter and The Philosopher’s Stone di rilis.

Harry Potter akhirnya kembali lagi memberikan segelintir mantra keajaiban di tahun baru dengan merilis Harry Potter 20th Anniversary – Return To Hogwarts di HBO Max (Amerika) dan HBO Go (Asia).

Dikemas melalui film Dokumenter ini disutradarai oleh Eran Creevy, Joe Pearlman, Giorgio Testi, membahas proses perfilman film seri Harry Potter selama 10 tahun lamanya dan dikemas layaknya acara talk-show.

Hampir semua jejeran pemain kembali lagi untuk reuni di set Hogwarts, membawa nuansa Nostalgia yang tidak terelakan lagi.

Setiap dari mereka menceritakan pengalaman mereka bertumbuh bersama karakter yang mereka perankan. Pembukaan dokumenter ini juga ditata dengan sangat menarik, para pemain yang berada di tempat yang berbeda-beda di London mendapat surat bahwa mereka diundang kembali ke Hogwarts.

Sekuens ini juga menunjukan mereka segera bersiap-siap menaiki kereta Hogwarts Express bagaikan benar-benar pergi ke Hogwarts. Creevy, Perlman, Testi berhasil mengemas cerita yang begitu banyak menjadi beberapa babak, secara total ada delapan babak yang disajikan, setiap babak ini mengisahkan proses produksi setiap film.

Adanya babak-babak ini membuat penonton bisa mengikuti alur perkembangan pertumbuhan karakter dan juga para aktor yang memerankan mereka. Para pemain memang sangat terlihat dekat dan nyaman dengan kehadiran satu sama lainnya, mereka terlihat pertama kali bertemu lagi setelah sekian lama tidak bertemu.

Emma Watson kembali duduk dengan Daniel Radcliffe dan Rupert Grint, setelah terakhir kali melihat penampilannya sebagai Meg March di Little Women (2019). Ini pertama kalinya ketiga Golden Trio (Sebutan Harry, Ron, dan Hermione) bertemu kembali setelah sekian lama berpisah dan melanjutkan perjalanan karir mereka di Hollywood.

Ada banyak hal-hal menarik yang diperbincangkan oleh ketiganya, salah satunya, sangat sulit bagi mereka untuk melihat siapa mereka dan siapa karakter yang mereka perankan.

Bagi mereka Hogwarts benar-benar seperti rumah dan para kru dan jajaran pemain lain adalah keluarga kedua mereka. Keindahan dunia sihir dan dunia nyata sangat berbeda bagi mereka, menjadi remaja dan seorang bintang tentu dapat menjadi melelahkan, tidak ada remaja lain yang pernah mengalami kedua hal tersebut seperti para pemain Harry Potter.

Emma Watson sempat ingin berhenti menjadi Hermione di film ke-5, sebagai yang paling muda di grup Golden Trio juga membuat Watson kelelahan mengikuti stardom sebagai Hermione, namun karena keinginan fans yang sangat mendukung, Emma melanjutkan peran ini sampai selesai.

Film ini benar-benar melihat sisi bagaimana aktor anak bertumbuh dengan ketenaran yang mereka dapatkan. Salah satu tribute tersebut menampilkan Alan Rickman (Professor Snape), Helen McCrory (Narcissa Malfoy) yang meninggal di tahun 2021, Richard Harris (Professor Dumbledore), dan masih banyak lainnya.

Film Dokumenter ini sukses menyihir para penontonnya dengan perasaan nostalgia dan sesekali harus mengusap air mata.

Selain itu, adanya kehangatan dalam setiap adegan karena memperlihatkan kedekatan setiap aktor dan juga keterikatan mereka dengan karakter yang mereka perankan.

Film ini hanya melakukan wawancara dengan para pemain juga sutradara, tidak memberikan pembahasan lebih jauh mengenai Desain Produksi.