Cara Mengatasi Vagina Gatal: Kenali Penyebabnya Mulai dari Sepele Hingga Berbahaya

0
3986
Cara Mengatasi vagina gatal
Ilustrasi: Adobe Stock

Permasalahan wanita yang selalu menghantui yakni terasa gatal pada area miss V. Pastinya kamu juga merasa malu apabila harus menggaruknya di public area. Oleh karena itu alangkah baiknya kamu tahu penyebab dan cara mengatasi vagina yang gatal.

5 dari 10 para wanita merasa khawatir akan terkena penyakit kelamin saat daerah kemaluan mereka terasa gatal. Tapi tunggu dulu, jangan self-diagnosis ya. Ada banyak hal kok penyebabnya. Bahkan beberapa hal remeh juga bisa membuat area miss V gatal.

Namun apabila gatal yang dirasa sangat tak tertahankan, kamu bisa segera konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapati resep obat. Nah sebelum itu yuk ketahui terlebih dahulu apa saja penyebabnya.

Baca Juga: Cara Merapatkan Miss V Pasca Melahirkan Buat Suami Makin Sayang

9 Penyebab Vagina Gatal

Rasa gatal yang di derita pada area miss V memiliki banyak kemungkinan. Mulai dari hal sepele hingga hal yang berbahaya. Untuk itu kamu harus tahu ciri dan cara mengatasi vagina gatal terlebih dahulu.

1. Iritasi Akibat Mencukur

Iritasi Akibat Mencukur
Ilustrasi: Freepik

Siapa dari kamu yang suka mencukur bulu kemaluan? Mencukur bulu di daerah miss V dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Ketika iritasi terjadi biasanya akan terasa perih dan gatal.

Penyebab lainnya saat mencukur yakni kulit pada daerah miss V menjadi kering, dan apabila kamu mencukur bulu hingga habis atau gundul saat tumbuh bulu kembali maka akan terasa gatal.

2. Infeksi Bakteri 

Infeksi bakteri vaginosis ini sering menyerang akibat kamu sering melakukan seks tanpa kondom. Ciri-cirinya vagina berbau busuk, mengeluarkan keputihan dengan warna keabuan, putih, atau hijau, serta adanya rasa panas ketika buang air kecil.

3. Stres Penyebab Vagina Gatal

stres
Ilustrasi: Freepik

Cukup unik stres dapat menjadi salah satu penyebabnya. Namun menurut penelitian yang ada, saat stres imun kita akan lemah dan infeksi bakteri seperti bakteri vaginosis bisa saja menyerang.

4. Infeksi Jamur

Ragi Candida Albicans inilah yang menjadi penyebab terjadinya infeksi jamur. Pada umumnya jamur ini berkembang saat adanya perubahan hormon, berhubungan seks, atau saat daya tahan tubuh sedang menurun. Ciri-cirinya yakni munculnya keputihan bewarna putih susu kental.

5. Vagina Gatal akibat Menopause

Saat menopause jumlah hormon estrogen akan berkurang, sehingga memungkinkan terjadinya vagina gatal akibat dinding vagina yang mengering dan menipis. Biasanya hal ini terjadi pada wanita yang memiliki rentan usia antara 45 – 55 tahun.

6. Eksim

eksim
Ilustrasi: Majalah Holiday

Eksim atau biasa kita kenal sebagai dermatitis merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan ruam bengkak kemerahan dengan rasa gatal, saat tergores akan membuat benjolan yang berair atau bintil-bintil putih, kulit kering bersisik, Ia dapat menyerang di semua bagian permukaan kulit termasuk vagina.

Baca Juga: Ternyata Pijat Payudara Ini Penting Lho, Manfaatnya Bikin Cengang!

7. Penyakit Kelamin 

Penyakit Kelamin menular sangatlah banyak jenisnya. Mulai dari herpes, gonore, klamidia, kutil kelamin, trikomoniasis, serta organisme lainnya yang membuat vagina terasa gatal. Biasanya hal ini terjadi akibat kamu sering melakukan seks dengan berganti-ganti pasangan.

8. Kutu pada Vagina

Kutu Kelamin
Ilustrasi: Facebook

Tak hanya pada kulit kepala saja, akan tetapi ada pula kutu kemaluan. Gigitan kutu serta tekurnya ini dapat membuat vagina kamu terasa gatal tak tertahankan. Sehingga terjadi pula iritasi pada permukaan kulit vagina.

9. Kanker Vulva

Kanker vulva dapat menjadi penyebab terjadinya vagina gatal. Selain gatal, ciri lainnya yakni ditandai dengan perdarahan di luar siklus haid, rasa sakit di sekitar vagina, serta berat badan yang menurun tanpa sebab yang jelas.

Cara Mengatasi Vagina Gatal dengan Mudah

Cara Mengatasi Vagina Gatal: Kenali Penyebab
Ilustrasi: verywellhealth

Saat mencukur bulu kemaluan, usahakan jangan mencukur sampai habis. Kamu bisa memilih alat cukur dengan kualitas unggulan sehingga tak melukai kulit area miss V. Selesai mencukur juga kamu bisa mengoleskan krim hypoallergenic.

Selanjutnya cara mengatasi vagina gatal akibat infeksi bakteri vaginosis yakni dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Pencegahan timbulnya bakteri ini selalu cuci vagina kamu dengan bersih sebelum dan setelah melakukan seks. Hindari pula berbagai hal yang dapat membuat daya tahan tubuh kamu melemah seperti stres yang berlebihan.

Sama halnya dengan infeksi bakteri, infeksi jamur juga menjadi salah satu penyebab terjadinya vagina gatal. Bahkan hampir seluruh wanita sering terserang infeksi ini, setidaknya satu kali dalam seumur hidupnya.

Cara mengatasinya yakni dengan mengoleskan krim atau cairan pembersih kewanitaan. Untuk pencegahannya kamu bisa sering mengganti pembalut saat menstruasi, serta hindari menggunaan bawahan yang terlalu ketat dan menyebabkan kelembapan pada area miss V.

Sebagai wanita pastinya akan mengalami menopause seiring berjalannya usia. Hal ini tak dapat kita hindari, namun kamu bisa meminta resep krim hormon pada dokter dan mengoleskannya pada area miss V.

Cara mengatasi vagina gatal akibat eksim yakni kamu dapat melakukan perawatan yang tepat. Beberapa produk kebersihan area wanita dapat menyebabkan eksim. Oleh sebab itu pastikan kamu tidak salah memilih produk pembersih. Kamu bisa meminta rekomendasi produk area kewanitaan pada dokter.

Pencegahan tertularnya penyakit seks menular tentunya selalu menggunakan kondom saat melakukan seks. Periksakan terlebih dahulu pasangan kamu sebelum melakukan seks, pastikan bahwa pasangan kamu tak memiliki penyakit yang menular.

Untuk mengatasi tak tertular kutu kemaluan, hindari meminjam barang pribadi milik orang lain seperti handuk atau celana dalam. Selaindari barang pribadi kutu ini juga dapat tertular melalui sprei kasur yang kotor dan berhubungan seks. Saat kutu sudah menyerang kamu bisa oleskan krim permethrin.

Biasanya penyakit ini timbul akibat terjangkitnya Infeksi human papillomavirus (HPV), imun yang lemah, adanya keturunan, akibat usia, adanya peradangan kronis seperti lichen sclerosus.

Untuk menjaga kebersihan vagina dan terhindar dari rasa gatal yang tak tertahankan, kamu bisa rutin mengganti pembaut saat haid, mencuci bersih pakaian dalam, menghindari pakaian yang ketat dan lembap, dan pastinya hidup sehat.

Kamu juga bisa menggunakan cairan pembersih vagina untuk keputihan atau infeksi  ringan yang terjadi. Untuk mendapatkan berbagai macam keperluan dan kebersihan vagina seperti pembalut, tissue basah khusus kewanitaan, cairan pembersih vagina, sabun kewanitaan, dan lain sebagainya bisa kamu beli di JD.ID.

Selain ada banyak promo diskon, pastinya semua brand yang tersedia #DiJaminORI 100%. Pengirimannya juga cepat, aman, dan ada layanan gratis ongkir ke slepuruh Indonesia.