Pahami alergi pada Bayi, dan Gejalanya Seperti Apa

0
1538

Sahabat JD.ID, bagi kalian yang memiliki bayi harus memahami bagaimana kondisi sang buah hati ketika sedang sakit terlebih kesehatan sangat diutamakan pada saat di tengah kondisi pandemic seperti sekarang ini.

Seperti orang dewasa, bayi juga dapat memiliki alergi terhadap makanan yang dimakan, benda-benda yang disentuh, maupun partikel yang dihirup. Akan tetapi ketika bayi tidak memiliki gejala ap apun, mungkin sulit untuk mencari tahu apakah bayi memiliki alergi atau tidak.

Secara umum alergi pada bayi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu alergi makanan, obat-obatan, dan lingkungan. Reaksi alergi terhadap makanan atau obat biasanya terjadi segera setelah suatu barang dikonsumsi. Bisa sangat ringan bahkan bisa mengancam nyawa.

Alergi lingkungan bisa berupa benda yang menyentuh kulit bayi (seperti detergen pada pakaian) atau benda yang terhirup (seperti debu). Alergi lingkungan dapat memengaruhi bayi kalian sepanjang tahun.

Tanda-Tanda Alergi

Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara tidak normal terhadap hal-hal yang biasanya tidak berbahaya. Tanda-tanda reaksi alergi bisa sangat bervariasi tergantung pada individu dan jenis alerginya.

Kemungkinan untuk mengidap banyak alergi pada bayi kemungkinannya jauh lebih kecil daripada anak-anak, karena seseorang harus terpapar pada beberapa hal untuk beberapa waktu sebelum menjadi alergi.

Alergi Makanan dan Obat

Gejala alergi makanan atau obat muncul dalam beberapa menit, bahkan satu atau dua jam kemudian. Beberapa tanda alergi obat, seperti ruam, mungkin tidak muncul selama beberapa hari. Tanda-tanda alergi makanan dan obat yang paling umum meliputi:

  • Gatal-gatal atau ruam
  • Gatal
  • Sesak napas

Alergi makanan juga bisa menyebabkan mual, muntah, atau sakit perut. Dalam beberapa kasus, bibir atau lidah bayi kalian mungkin mulai membengkak.

Alergi Lingkungan

Meski jarang terjadi pada bayi, alergi terhadap debu, hewan peliharaan, jamur, serbuk sari, sengatan serangga, dan hal lain di lingkungan dapat memicu gejala alergi yang memengaruhi kepala dan dada. Gejalanya seperti:

  • Bersin
  • Mata merah dan gatal
  • Batuk dan dada sesak
  • Pilek

Sang bayi mungkin juga mengalami gatal-gatal, ruam, atau benjolan gatal jika kulitnya terpapar alergen atau sesuatu yang sensitif terhadapnya. Sampo, sabun, deterjen, dan produk serupa adalah pemicu umum reaksi yang disebut dermatitis kontak.

Cara Mengetahui Pilek atau Alergi

Salah satu caranya adalah dengan melihat waktu dan frekuensi gejala bayi kalian. Pilek sangat umum terjadi pada bayi, sedangkan alergi musiman dan lingkungan yang disebabkan oleh alergen yang dihirup.

Pilek berlangsung selama satu atau dua minggu, lalu bayi akan sehat hingga dia menemukan pemicu alerginya lagi. Gejala alergi cenderung bertahan lebih lama. Kunci lainnya adalah ada tidaknya gejala tertentu lainnya.

Misalnya, alergi tidak menyebabkan demam, tetapi kadang-kadang demam disertai pilek. Untuk mendiagnosis alergi pada bayi bisa dilakukan dengan beberapa tes, antara lain:

  • Tes darah
  • Tes kulit
  • Tes diet eliminasi

Itulah beberapa gejala alergi pada bayi yang harus Sahabat JD.ID pahami. Kalian harus lebih teliti dan juga peka terhadap gejala-gejala tersebut agar sang buah hati terhindari dar penyakit atau alergi yang berlarut-larut. Selain itu, jangan lupa kunjungi JD.ID untuk penuhi segala kebutuhan bayi seperti popok, dan susu formula tanpa harus repot keluar rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here