Tantrum Pada Anak Buat Emosi? Para Bunda Wajib Baca Ini!

0
1169
Tantrum Pada Anak Buat Emosi? Para Bunda Wajib Baca Ini!
Source: Freepik

Tantrum pada anak rupanya menjadi masalah yang sering dijumpai pada anak balita. Menangis, rewel, berteriak, berguling-guling di lantai, hingga memberikan sedikit ancaman tentunya sangat menjengkelkan.

Hal tersebut pun seringkali memancing emosi orang tua dan justru malah salah kaprah dalam menangani si kecil. Memang tak dapat dipungkiri pula bahwa tantrum ini cukup kompleks karena tantrum merupakan masalah emosional dalam psikologis anak.

Akan tetapi tantrum sendiri merupakan salah satu proses dalam tumbuh kembang anak lho! Jadi apa itu tantrum sebenarnya? Normalkah tantrum pada anak? Dan bagaimana cara mengatasinya? Semua akan dibahas tuntas pada bacaan ini ya bunda.

Baca Juga: Ibu Harus Tahu! Ini Dia Cara Rawat Bayi Baru Lahir

Anak Tantrum Adalah

Anak Tantrum adalah
Source: Freepik

Pada umumnya tantrum terjadi pada anak yang berusia 1-4 tahun. Tapi bukan berarti anak diatas umur 4 tahun tidak dapat mengalaminya. Tantrum ini bahkan bisa dialami oleh orang dewasa sekalipun.

Anak tantrum adalah masalah emosional ketika anak mengalami ledakan emosi yang luar biasa. Dimana sang anak merasa dirinya benar, membutuhkan perhatian, dan harus dituruti keinginannya. Tantrum sendiri dapat dikatakan sebagai caper atau cari perhatian dari orang tua.

Saat peralihan dari bayi menjadi anak-anak bukanlah hal mudah bagi si kecil, dikarenakan saat bayi ia tak dapat melakukan apapun dan orang tua selalu berpusat padanya. Namun ketika ia semakin besar, si kecil mulai beradaptasi dengan banyak orang, sehingga munculah keinginan untuk mengaktualisasi diri.

Sayangnya dikarenakan masih sulit berinteraksi dan masih berkembang serta terbatasnya kosakata dalam berkomunikasi membuat si kecil sangat sulit dalam berekspresi. Si kecil pun menjadi kesal karena sulitnya menjelaskan suatu hal terhadap orang tua atau orang lain ‘apa yang ia inginkan dan alasannya mengapa ia menginginkan hal tersebut’.

Jadi, si kecil ini hanya ingin diperhatikan atau caper saja. Tapi seringkali ia luapkan dalam emosi yang berlebihan.

Eits tenang, bunda tak perlu khawatir ya. Hal ini sangat wajar dalam tumbuh kembang psikolog anak. Pada akhirnya frekuensi tantrum pada anak akan berkurang dengan sendirinya saat umur semakin bertambah.

Meskipun ada beberapa kasus yang justru membuat tantrum malah semakin berkembang seiring bertambahnya usia. Tantrum yang kian berkembang bisa jadi dikarenakan orang tua salah mendidik atau menanggapi hal tersebut. Maka dari itu, orang tua wajib mengenal ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasi tantrum pada anak.

Ciri Anak Tantrum

Ciri Anak Tantrum
Source: Stephanie Rausser

Sebenarnya ciri-ciri dari anak tantrum itu berbeda-beda. Akan tetapi seperti yang sudah dibahas diatas, pada umumnya anak tantrum bercirikan rewel, keras kepala, berteriak, memekik, menangis, membangkang.

Selain itu ada pula yang marah-marah, menendang, memukul, mendorong, mengigit, melempar-lempar benda, melolong, menahan napas,  hingga memberikan suatu ancaman tersendiri. Memang sangat banyak sekali perilaku yang dilakukan si kecil ini ya. Maka sebagai orang tua harus benar-benar mengerti ciri tantrum pada anaknya.

Penyebab Tantrum Pada Anak

Penyebab Tantrum Pada Anak
Source: Parent 4 success

Penyebab anak tantrum tentunya beraneka ragam. Pada umumnya anak tantrum disebabkan terbatasnya kemampuan dalam berbahasa sehingga merasa sulit mengekspresikan diri.

Namun di beberapa kasus ada pula tantrum yag disebabkan akibat gangguan psikologi. Misalnya anak yang mengidap autisme. Jika sudah demikian bunda wajib konsultasi dengan psikolog anak ya, sebab penangannya pun berbeda dari biasanya.

Untuk lebih tahu penyebab anak tantrum, yuk ketahui terlebih dahulu jenis dari tantrum anak. Menurut penelitian yang ada terdapat dua jenis tantrum, yakni:

1. Tantrum Manipulatif

Tantrum manipulatif adalah tantrum yang disebabkan karena keinginannya yang tidak dituruti. Dengan begitu anak akan berusaha dengan berbagai cara agar segala keinginannya dapat terpenuhi.

Misalnya, ketika sedang jalan di mall si kecil melihat ada maianan yang membuatnya sangat tertarik. Akan tetapi saat anak berusaha untuk meminta kepada ibu, ibu justru menolaknya. Dan mulailah anak tantrum. Apabila sudah demikian ibu dapat menanganinya dengan memberikan penjelasan dan menenangkannya.

2. Tantrum Frustasi

Berbeda denga tantrum manipulatif, tantrum fristasi ini lebih dikarenakan si kecil kesulitan dalam mengekspresikan dirinya. Selain itu bisa pula dikarenakan kelelahan atau kelaparan.

Di saat seperti ini ibu wajib peka terhadap kondisi yang ada, segera ketahui apa yang membuat anak tantrum. Segera pendekatan dan tenangkan, lalu tanya perlahan apa yang membuatnya kesal.

Baca Juga: Tumbuh Gigi Pada Bayi: Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya!

Cara Mengatasi Anak Tantrum

Cara Mengatasi Anak Tantrum
Source: Freepik

Lalu apa yang harus orang tua lakukan saat anak mulai tantrum? Satu hal yang wajib di ingat, jangan pernah terbawa emosi ya. Pasalnya tantrum ini sudah menjadi hal yang normal saja dilakukan oleh si kecil. Untuk menghadapinya para bunda bisa lakukan strategi berikut:

1. Tetap Bersikap Tenang

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, sebagai orang tua jangan pernah terpancing emosi, seperti memukul atau berteriak pada anak. Hal ini justru dapat membuat si kecil akan semakin membangkang dan frustasi. Dan tentu saja kemungkinan tantrum semakin menjadi-jadi.

2. Peluk dan Coba Mengerti Posisi Si Kecil

Apabila anak masih dalam isakan tangis, stop katakan ‘jangan menangis’. Bunda bisa peluk dan usap punggung si kecil, agar merasa lebih tenang. Selanjutnya hapus air matanya dan katakan dengan lembut ‘Kenapa nangis? Yuk tarik nafas dulu biar lebih tenang. Kalau sudah tenang, coba jelaskan ke bunda pelan-pelan’.

Dengan memberikan pengertian, bukan sebuah perintah tentunya akan membuat si kecil lebih dihargai dan merasa bahwa bunda ada di sisi dia bukan sebagai lawan. Si kecil juga jadi lebih menurut.

3. Kenali dan Pahami Alasan Anak Tantrum

Setelah bersikap tenang, bunda bisa tanyakan dengan lembut ‘apa sebab ia melakukan hal tersebut?’. Tanyakan pelan-pelan dengan nada yang lembut. Sebab apabila bunda menanyakannya dengan nada yang tinggi atau cepat, anak akan merasa tertekan dan semakin sulit menjelaskannya. Hal ini membuatnya justru makin merasa kesulitan.

Setelah pahami alasan si kecil, bunda segera ambil kesimpulan termasuk jenis tantrum yang mana. Apakah termasuk tantrum frustasi atau tantrum manipulatif. Dengan begitu bunda bisa tahu langkah apa yang harus diambil.

4. Beri Pengertian dengan Lembut

Apabila bunda tidak sependapat dengan jawaban yang diberikan si kecil, bunda bisa jelaskan secara halus untuk tidak melakukan hal tersebut. Beri pula alasannya secara detail dan pastinya dapat dimengerti oleh anak.

Jadi jangan turuti segala keinginan anak ya. Karena memanjakan si kecil juga tidak bagus untuk tumbuh kembang psikologi anak.

5. Alihkan Perhatian Si Kecil

Jika sudah demikian, bunda bisa alihkan perhatian si kecil ke hal-hal yang menarik untuknya. Perhatian ini bisa banyak hal misalnya berupa makanan, mainan, cerita yang menyenangkan, hewan, atau orang lewat sekalipun semua bisa jadi bahan untuk pengalihan.

6. Buat Aturan Dasar 

Terakhir bunda dapat berikan aturan dasar saat kondisi sudah membaik. Artinya mood anak sudah kembali ceria. Hal ini penting agar mencegah terjadinya tantrum lagi. meskipun ada kemungkinan setidaknya bisa meminimalisir.

Dengan membuat aturan dasar ini anak menjadi lebih disiplin dan mengerti bahwa hal itu tidak baik. Namun ingat dalam membuat aturan ini cukup tegas saja, bukan membentak apalagi mengancam si kecil.

Itu dia beberapa hal yang wajib ibu ketahui mengenai tantrum pada anak. Mulai dari mengenal pengertian dari tantrum, hingga mengerti jenis, ciri, dan cara mengatasinya.

Nah bagi para bunda yang ingin mengalihkan si kecil dengan beberapa hal favoritnya, bunda bisa mendapatinya dengan harga yang lebih hemat di JD.ID lho! Pasalnya kini JD.ID semakin memberikan promo diskon menarik dan pelayanan pengiriman yang cepat dan aman.

Promo Diskon Mom and Baby JD.ID

Gak sampai di situ saja, pembayarannya pun bisa menggunakan berbagai macam metode. Jadi bunda ga perlu bingung dan ribet lagi. Yuk tunggu apalagi dapatkan semua kebutuhan si kecil di JD.ID sekarang juga!