Beradaptasi Dengan “New Normal”, Apa Yang Bisa Kita Lakukan ?

0
3829

Menjalani aktifitas #dirumahsaja selama dua bulan telah kita lalui sejak COVID-19 mulai ramai menghantam Indonesia. Himbauan untuk berdiam di rumah saja kini sudah berganti menjadi ajakan untuk berdamai dengan virus corona. The new normal, istilahnya yang di ungkapkan oleh pemerintah saat ini.

Artinya, kegiatan ekomoni, pendidikan, maupun sektor-sektor lain dalam kehidupan sudah dipersiapkan agar bisa kembali bergeliat, tapi dengan modifikasi tertentu agar penyebaran penyakit ini bisa tetap berkurang.

Satu hal yang perlu ditekankan adalah, meski mall sekolah, dan tempat-tempat publik lainnya sudah kembali dibuka, virus corona masih tetap ada. Jadi, kita tetap tidak bisa melakukan semua kegiatan seperti sebelum pandemi terjadi.

Kita perlu mengubah pola pikir dari berangan-angan, “Kalau pandemi selesai, saya akan…” menjadi menerima kenyataan bahwa pandemi ini tidak akan benar-benar berakhir hingga vaksin COVID-19 ditemukan. Jika melihat perkembangan penelitian yang sedang berlangsung di seluruh dunia, para ahli memprediksi vaksin corona baru akan ada paling cepat pertengahan tahun 2021.

Lalu, langkap apa saja yang perlu dilakukan dalam fase the new normal ? Idealnya, konsep the new normal baru dapat dilakukan saat kurva infeksi sudah melandai, dan menandakan jumlah kasus COVID-19 baru sudah berkurang setiap harinya. Di Indonesia, kurva ini sama sekali belum landai, bahkan masih terus menanjak dan bisa jadi belum mencapai puncak. Karena itu dengan adanya pembukaan kembali fasilitas publik, masyarakat Indonesia perlu lebih waspada.

Jika tiba waktunya kamu harus kembali bekerja di kantor atau sang buah hati sudah kembali bersekolah, pencegahan penyebaran COVID-19 jangan malah menjadi kendur. Saat menjalani ‘the new normal’ nanti, jangan sampai kita justru tertular atau menularkan penyakit ini ke orang lain.

Berikut ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat kita menjalani skenario new normal nanti, seperti:

  1. Tetap melakukan physical distancing, terutama di tempat-tempat ramai.
  2. Membiasakan cuci tangan setiap habis menyentuh sesuatu dan jangan hanya saat tangan terlihat kotor.
  3. Selalu menggunakan masker, tidak hanya saat sakit atau beraktivitas di tengah polusi. Masker bahkan harus tetap dipakai bahkan saat berolahraga di gym atau studio yoga.
  4. Wajib membawa hand sanitizer, terutama jika naik kendaraan umum, sehingga bisa langsung mencuci tangan sesaat setelah menyentuh sesuatu.
  5. Membatasi aktivitas di luar rumah, meski tempat publik sudah buka.
  6. Membeli bahan kebutuhan sekaligus untuk jangka waktu satu minggu atau satu bulan jika memungkinkan sehingga tidak perlu bolak-balik ke supermarket.
  7. Mengutamakan opsi belanja online atau mencari toko yang tidak terlalu padat pembeli.
  8. Menghindari keramaian dan lebih berhati-hati ketika bepergian, terutama bagi lansia.
  9. Untuk lansia, jika terpaksa harus bepergian harus lebih cermat dan sebisa mungkin hindari tempat ramai.

Selain kesehatan fisik, pentingnya menjaga kesehatan mental. Sebab, melalui pandemi ini bukanlah perkara mudah bagi setiap orang. Kita tetap harus cari cara untuk bisa bahagia sambil tetap melakukan physical distancing dan menjaga kebersihan. Kita pun dituntut untuk lebih kreatif dalam mencari cara baru menghibur diri, yang bisa membuat kita terhindari dari corona, setidaknya hingga vaksin COVID-19 berhasil ditemukan.

Maka dari itu untuk beradaptasi dengan ‘new normal’ ada baiknya sahabat JD.ID mulai terbiasa dengan menyiapkan segala kebutuhan hidup dengan berbelanja secara online. Hal ini guna menghindari keramaian di pusat perbelanjaan yang dapat mengakibatkan penyebaran COVID-19 agar tidak semakin meluas. Di JD.ID segala kebutuhan yang kamu inginkan, mulai dari kebutuhan rumah tangga, bahan pangan, bahkan keperluan ibu dan anak dapat kamu cari dan lebih mudah tanpa harus antri membayar dan juga terjamin kualitasnya #DijaminOri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here