Fenomena virus corona yang merebak di Cina masih menjadi perbincangan hangat. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan agar terhindari dari virus tersebut. Caranya adalah dengan proteksi diri yang tepat.

Virus ini konon menyerang sistem pernapasan sehingga ciri umum yang muncul pada pengidap awalnya mirip dengan flu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa masyarakat kota besar dari beberapa negara menganjurkan warganya untuk menggunakan masker. Terutama jika kamu mengalami gejala demam, batuk, dan flu setelah kembali dari daerah yang terkena wabah virus corona.

Bukan sembarang masker, ada dua jenis masker yang disarankan untuk digunakan, oleh karena itu berikut tips memilih masker yang tepat untuk mencegah virus tersebut.

1. Masker Bedah

Masker bedah merupakan jenis masker sekali pakai yang digunakan tenaga medis saat menangani pasien. Jenis masker ini memiliki harga terjangkau dan mudah ditemukan sehingga lebih sering digunakan untuk sehari-hari. Masker bedah dapat mencegah masuknya partikel besar yang berasal dari percikan dan paparan cairan tubuh orang lain saat batuk atau bersin. Ini juga akan mencegah penularan virus lain dari tubuh kamu apabila sedang sakit sehingga tidak menularkan ke orang lain.

 

2. Masker N95

Sedangkan, masker N95 merupakan jenis masker yang didesain untuk mencegah 95 persen partikel baik besar maupun kecil yang mengandung virus di udara. Umumnya, masker N95 ini digunakan oleh orang yang bekerja atau meneliti di sekitar zat berbahaya atau saat menangani asap akibat kebakaran hutan.

Perlu diketahui bahwa penggunaaan N95 pun tidak boleh sembarangan. Bagi sebagian orang, penggunaan masker ini dianggap tidak nyaman karena terlalu ketat sehingga membuat sulit bernafas dengan baik. Saat menggunakan masker N95, hidung dan mulut akan tertutupi rapat untuk mencegah adanya celah udara yang mengandung virus masuk. Oleh karena itu, apabila seseorang menggunakan masker N95 ini dan tetap merasa nyaman saat bernafas maka dipastikan pemakaian masker ini salah.

Meskipun masker N95 tampaknya memiliki keunggulan perlindungan dibandingkan masker bedah dalam pengaturan laboratorium. Dikutip dari jurnal National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, data meta-analisis dalam dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada data yang tidak cukup untuk menentukan secara pasti apakah masker N95 lebih unggul daripada masker bedah dalam melindungi pekerja perawatan kesehatan terhadap infeksi pernapasan akut yang menular di pengaturan klinis. Sehingga, keduanya tetap layak digunakan untuk mencegah penularan virus.

Kamu bisa membeli masker lewat JD.ID. Enggak usah repot keluar rumah, tinggal order dan pesanan kamu akan diantarkan langsung. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo berbelanja sekarang juga di JD.ID dan dapatkan berbagai promo lainya hanya di JD.ID.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here