Mengenal Apa Itu Reksadana, Jenis dan Cara Kerjanya

0
4012
Mengenal Apa Itu Reksadana, Jenis dan Cara Kerjanya
Foto: bareksa.com

Sebagai generasi milenial, sepertinya kamu sudah harus mengetahui apa itu reksadana. Pasalnya, di era yang sudah serba canggih dan mengandalkan teknologi, orang-orang semakin terbuka dan menilai investasi adalah hal yang penting.

Tentunya bukan untuk waktu dekat, melainkan jangka panjang yang nantinya akan membawa kesejahteraan hidup, terutama dalam hal finansial. Maka dari itu, wajar saja apabila reksadana menjadi salah satu investasi menguntungkan yang banyak disukai investor pemula maupun yang sudah ahli.

Lantas, apa itu reksadana secara definisi, jenis, dan cara kerjanya? Daripada penasaran dan menebak-nebak, pada artikel kali ini akan diulas semua informasinya secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Baca Juga: 3 Tips Investasi Logam Mulia untuk Pemula, Dijamin Cuan!

Apa Itu Reksadana?

Apa Itu Reksadana?
Foto: bareksa.com

Buat kamu yang belum mengenal apa itu reksadana, pada dasarnya ini merupakan sebuah instrumen investasi, yang mana imbal hasilnya lebih tinggi daripada deposito. Walau begitu, nilai imbal hasilnya tergantung pada jenis reksadana yang diambil.

Terlebih, investasi juga tidak hanya menyoal keuntungan, namun juga identik dengan risiko. Maka dari itu, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu dan memastikan instrumen apa yang sesuai dengan profil risiko kamu sebelum berinvestasi.

Tujuannya sendiri jelas, yaitu untuk meminimalisir risiko kerugian yang mungkin terjadi, serta memaksimalkan keuntungan yang bisa didapat. Dengan begitu, kekayaan yang kamu miliki akan terus bertambah.

Nah, profil risiko atau karakteristik investor pun ada tiga jenis yang perlu kamu ketahui. Di mana, salah satunya mungkin adalah karakteristik kamu, yaitu:

  • Agresif, merupakan karakter investor yang berani menerima risiko besar. Kamu dengan profil risiko ini disarankan untuk berinvestasi di reksadana saham, karena dapat memberikan return besar namun juga berbanding lurus dengan risiko yang sama besar.
  • Moderat, merupakan karakter investor menengah yang tidak bisa menerima risiko besar, namun ingin mendapatkan keuntungan berlimpah. Jika kamu masuk ke dalam karakter ini, maka kamu bisa memiliki reksadana campuran.
  • Konservatif, merupakan karakter investor yang takut terhadap risiko. Dalam arti, kamu dengan profil risiko ini tetap bisa berinvestasi dengan menggelontorkan uang ke reksadana pendapatan tetap dan pasar uang sebagai pilihan yang tepat.

Dengan mengetahui tiga profil risiko tersebut, kamu jadi tahu jenis mana yang sesuai dengan dirimu, dan seberapa besar kerugian yang dapat kamu tanggung.

Jenis-jenis Reksadana

Jenis-jenis Reksadana
Foto: medium.com

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui informasi dasar mengenai apa itu reksadana, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui jenis-jenisnya yang populer di Indonesia karena dapat memberikan keuntungan besar. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Menilik Apa Itu Reksadana Pasar Uang

Jenis reksadana pertama yang paling minim risiko, yaitu pasar uang. Hal itu tak lain karena sebagian besar dananya dialokasikan ke sektor surat utang berharga yang jatuh temponya di bawah satu tahun, seperti misalnya sertifikat Bank Indonesia dan sertifikat deposito.

Walaupun reksadana ini minim risiko, namun tetap memberikan keuntungan yang cukup besar, tepatnya di atas bunga deposito. Maka dari itu, reksadana ini menjadi pilihan terbaik untuk para investor pemula.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Selanjutnya ada reksadana pendapatan tetap. Di sini, dana para investor akan digelontorkan ke obligasi milik pemerintah dan swasta, serta instrumen pasar uang yang pergerakannya lebih stabil, seperti surat utang jangka panjang yang nilainya mengalami fluktuasi.

Oleh karena itu, reksadana ini tetap aman dimainkan para investor pemula dengan profil moderat, karena menawarkan imbal hasil cukup besar dengan risiko kecil.

3. Reksadana Campuran

Selain dua jenis di atas, ada juga reksadana campuran. Disebut seperti itu, karena dana investasinya akan dibagi ke beberapa sektor, yaitu saham, obligasi, dan sisanya pasar uang.

Nah, karena dananya ada yang masuk ke dalam produk saham, maka risikonya bisa dikatakan cukup tinggi dibandingkan dua jenis reksadana sebelumnya. Namun, risiko tersebut juga bisa dibilang cukup kecil jika dibandingkan reksadana saham, karena komposisinya tidak terlalu banyak.

4. Mengetahui Apa Itu Reksadana Saham

Jenis reksadana terakhir, yaitu saham. Jika kamu belum tahu apa itu reksadana saham, jadi ini adalah salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih oleh para investor dengan karakter agresif.

Pasalnya, prinsip dari reksadana ini adalah high risk high return. Dengan begitu, risiko yang dapat diterima dan keuntungannya sama-sama besar. Terlebih, sebagian besar dana investasinya dialokasikan ke instrumen saham dan sisanya ke pasar uang.

Sebagai tambahan informasi, saham adalah surat berharga atas kepemilikan nilai suatu perusahaan. Sehingga, para investor saham memiliki hak untuk mengelola perusahaan tersebut. Hanya saja, besaran porsi hak pengelolanya menyesuaikan dengan jumlah saham yang dimiliki.

Cara Kerja Investasi Reksadana

Cara Kerja Investasi Reksadana
Foto: bibit-id.medium.com

Jika tertarik untuk berinvestasi di reksadana, sepertinya kamu juga harus mengetahui cara kerjanya, selain pengertian reksadana, jenis, dan profil risikonya. Pasalnya, ini adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilanmu dalam berinvestasi.

Meskipun, investasi reksadana sendiri sejatinya tidak serumit investasi saham langsung, karena dana yang kamu miliki nantinya akan dikelola oleh perusahaan manajer investasi profesional.

Dengan demikian, kamu tinggal mempercayakan dana yang kamu berikan, serta menunggu pundi-pundi kekayaan menggunung di rekeningmu. Namun, jika ingin mengerti dan memahami cara kerja investasi ini, yuk simak garis besar urutannya berikut ini.

  • Manajer investasi menerima dana dari investor
  • Dana yang sudah diberikan kepada manajer investasi akan dialokasikan ke sejumlah instrumen sesuai kesepakatan
  • Selanjutnya, investor akan menerima laporan investasi dari perusahaan manajer investasi perihal perkembangan dana yang diinvestasikan secara bertahap. Isi dari laporan tersebut berupa kinerja produk, komposisi asset, serta portofolio efek.

Baca Juga: Ini Perbedaan Emas Antam dan UBS, Kamu Wajib Tahu!

Itulah beberapa informasi yang sudah kamu ketahui seputar reksadana. Bagaimana, kini sudah tidak bingung lagi kan mengenai apa itu reksadana dan informasi sejenisnya?

Jika iya dan itu membuat kamu tertarik untuk terjun ke dunia investasi, maka kamu bisa terlebih dahulu memilih jenis reksadana yang diinginkan. Namun, apabila kamu ingin main aman dengan menghindari risiko yang mungkin terjadi, maka kamu bisa coba berinvestasi emas.

Selain nilainya yang jauh lebih stabil, emas juga bisa dicairkan dalam waktu cepat saat dibutuhkan. Apalagi, barang ini juga bisa kamu dapatkan dengan mudah di toko perhiasan, lembaga non bank, maupun secara online melalui e-commerce terbaik dan terpercaya seperti JD.ID.

Pasalnya, di sini kamu bisa menemukan banyak emas batang yang bisa dijadikan investasi, baik itu emas ANTAM, LOTUS ARCHI, maupun Wonderful Wish yang bisa dipilih sesuai keinginan, kebutuhan, dan budget yang ada.

Kemudian, agar lebih hemat kamu bisa menggunakan sejumlah promo yang tersedia seperti diskon, cashback, gratis ongkir, atau cicilan 0%.

Dengan semua promo itu, kegiatan belanja jadi semakin menyenangkan terlebih produk-produk yang dijual sudah #DijaminORI, dan kamu juga bisa melakukan pembayaran secara fleksibel dengan memilih satu metode yang ingin digunakan.

Bagaimana, benar-benar mudah kan berbelanja di JD.ID? Kalau begitu, tunggu apalagi? Sebelum kehabisan barang yang diinginkan, yuk beli sekarang!