Apakah Jam Ganjil Genap Hanya Berlaku di Ibu Kota?

0
1021
Apakah Jam Ganjil Genap Hanya Berlaku di Ibu Kota?
Foto: monitorindonesia.com

Jam ganjil genap (GaGe) tentu harus ditaati oleh semua pengendara kendaraan roda empat guna membantu pemerintah dalam upaya mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Pasalnya, sejumlah ruas jalan akan dipadati oleh hilir mudik motor dan mobil terutama di jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore hari.

Akibatnya, aktivitas berkendara menjadi terhambat, bahkan produktivitas masyarakat juga ikut terdampak karena melintasi kawasan padat kendaraan. Maka dari itu, sebagai solusi aturan ini dihadirkan bersama dengan sanksi untuk membuat orang-orang yang melanggar jera.  

Mengingat, aturan jam ganjil genap ini juga mengharuskan masyarakat untuk membawa kendaraan dengan nomor polisi yang sesuai tanggal di hari tersebut. Jadi, risiko terjadinya kemacetan di beberapa titik dapat berkurang.

Nah, kebijakan ini pun menariknya juga diadaptasi oleh beberapa kota besar lainnya di Indonesia, sehingga penting bagi kamu untuk ikut mengetahuinya juga. Lantas, apa saja kota-kota yang dimaksud tersebut? Daripada penasaran, yuk simak informasinya berikut ini.

Baca Juga: Awas Tilang! Ini Aturan Ganjil Genap Jakarta yang Wajib Kamu Tahu

Aturan Jam Ganjil Genap

Aturan Jam Ganjil Genap
Foto: oto.com

Hal pertama yang perlu kamu ketahui soal jam ganjil genap adalah aturannya. Di awal pembahasan sudah disinggung sedikit kalau kebijakan ini diberlakukan untuk semua kendaraan roda empat.

Dengan catatan, mobil tersebut harus memiliki nomor polisi yang angka terakhirnya sesuai dengan tanggal di hari ia berkendara.

Sebagai contoh, kamu melintasi kawasan GaGe pada 14 Oktober 2022, maka kendaraan yang kamu gunakan harus memiliki nomor polisi dengan angka terakhir 0, 2, 4, 6, 8, dan seterusnya.

Sementara, jika kamu berkendara di tanggal ganjil, maka kendaraan yang kamu gunakan harus memiliki nomor polisi dengan angka terakhir 1, 3, 5, 7, 9, dan selanjutnya.

Perlu diketahui, aturan ini berlaku setiap hari Senin-Jumat dan terbagi menjadi dua waktu, yaitu:

  • Pagi, mulai pukul 06.00 – 10.00 WIB
  • Sore, mulai pukul 16.00 – 21.00 WIB

Bagaimana, cara kerja aturan ini mudah dipahami, kan? Pastikan kamu menaatinya dengan baik, karena jika tidak akan ada sanksi yang diberikan. Salah satunya uang dengan nominal cukup besar, yakni hingga ratusan ribu rupiah.

Hal itu sesuai dengan pasal 287 Undang-Undang (UU) 12/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengatakan kalau pengguna kendaraan mobil yang melakukan pelanggaran sistem ganjil genap Jakarta akan dikenakan sanksi tilang berupa denda maksimal Rp 500 ribu.

Adapun denda tersebut berlaku untuk tilang yang dilakukan secara manual maupun elektronik, yang kini dikenal dengan sebutan E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Hanya saja, untuk tilang elektronik nantinya bukti penilangan akan dikirim ke alamat pengendara.

Lantaran, proses tilang dilakukan melalui kamera pemantau aktivitas kendaraan yang sampai saat ini sudah terpasang di 12 lokasi di Jakarta. Berbeda dengan tilang manual yang dilakukan langsung di tempat oleh pihak berwenang, yaitu anggota kepolisian yang bertugas di lapangan.

Pelat Nomor Ganjil Genap

Pelat Nomor Ganjil Genap
Foto: Ilustrasi Ganjil Genap

Bicara soal pelat nomor ganjil genap, ini adalah hal yang perlu kamu perhatikan saat berkendara. Soalnya, angka terakhir dari nomor polisi ini menentukan kapan kamu harus menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi umum.

Walaupun, kendaraan pribadi yang dimaksud adalah mobil, karena sepeda motor tidak masuk ke dalam aturan ganjil genap. Lantas, bagaimana aturan ini berlaku jika di kota-kota lainnya?

Ganjil Genap Bandung

Jam Ganjil Genap Bandung
Foto: kompas.com

Nyatanya, pemberlakuan ganjil genap juga sempat terjadi di Bandung. Tepatnya pada awal tahun ini, ketika PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) masih dilakukan dengan ketat.

Namun, sekitar bulan Maret warga luar Bandung yang hendak berkunjung ke kota ini tidak perlu lagi khawatir, karena kebijakan ganjil genap kendaraan sudah dihentikan. Artinya, para wisatawan bisa “bebas” keluar masuk wilayah ini kapan saja.

Hal itu dibuktikan dengan pencabutan kebijakan yang dilakukan berdasarkan hasil rapat Pemkot Bandung bersama instansi terkait, yang mana lima gerbang tol yakni GT Pasteur, GT Pasir Koja, GT Kopo, GT Moch Toha, dan GT Buah Batu kembali beraktivitas normal.

Bahkan, rekayasa penutupan tiga jalan di dalam kota Bandung pun sudah dicabut, yang sebelumnya terdiri dari Jalan Lengkong Kecil, Jalan Dipatiukur, dan sedikit Jalan Asia Afrika.

Walau begitu, akhir-akhir ini DPRD Kota Bandung meminta Pemkot melakukan kajian ulang mengenai aturan GaGe di sejumlah ruas jalan. Mengingat, anak-anak sekolah sudah kembali masuk sehingga kerap menimbulkan kemacetan di beberapa titik saat jam sibuk.

Akan tetapi, belum ada informasi lanjutkan terkait permintaan tersebut karena masih dikaji sedemikian rupa oleh Pemkot Bandung dan pihak yang bersangkutan.

Ganjil Genap Bogor

Jam Ganjil Genap Bogor
Foto: ANTARA FOTO

Sebagai salah satu kota sibuk, Bogor juga ternyata menerapkan jam ganjil genap. Beberapa waktu lalu saat PPKM Covid-19 berlangsung ketat, pemerintah Bogor meminta warganya dan para pendatang untuk menaati aturan ini.

Dengan begitu, kendaraan yang nomor polisinya tidak sesuai dengan tanggal pada hari itu akan diputarbalikkan, kecuali mobil pemadam kebakaran, ambulance, mobil jenazah, kendaraan dinas TNI/POLRI, angkutan umum dan online, angkutan logistik, masyarakat yang akan melakukan vaksinasi, serta kondisi darurat lainnya.

Bukan hanya itu, ganjil genap pun sampai saat ini masih kerap diterapkan di kawasan Puncak, Bogor. Hal itu ditujukan agar tidak terjadi kemacetan panjang yang mengganggu aktivitas pengunjung dan masyarakat sekitar.

Adapun aturan ini diberlakukan setiap akhir pekan dan hari libur nasional. Namun, rekayasa lalu lintas ini mulai diterapkan satu hari sebelumnya dengan rincian waktu, yaitu Jumat pukul 14.00 WIB hingga Minggu pukul 24.00 WIB. Jadwal ini diinformasikan secara resmi oleh TMC Polres Bogor pada akun Instagramnya.

Aturan Jam Ganjil Genap Sentul

Aturan Jam Ganjil Genap Sentul
Foto: tribunnewsdepok.com

Salah satu daerah yang sering mengalami kemacetan, yaitu Sentul. Yap, selain menjadi jalan alternatif menuju Puncak, ini juga menjadi tempat berkumpulnya sejumlah destinasi wisata dan kuliner.

Maka dari itu, tidak heran apabila kawasan ini selalu dipadati kendaraan setiap akhir pekan dan libur nasional. Terlihat dari banyaknya kendaraan yang berjejer di sepanjang gerbang tol Sentul Selatan hingga IKEA.

Oleh karena itu, sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut, aturan jam ganjil genap pun sempat diberlakukan pada akhir tahun lalu, yakni September 2021. Caranya, yakni dengan menunjukkan kartu identitas untuk warga sekitar agar bisa melintas.

Berbeda dengan pengunjung yang apabila angka terakhir nomor polisinya tidak sesuai dengan tanggal di hari itu, maka akan langsung diminta putar balik secara tegas oleh petugas setempat.

Jam Ganjil Genap Depok

Jam Ganjil Genap Depok
Foto: ANTARA FOTO

Selain kota-kota di atas, Depok juga diketahui pernah menerapkan ganjil genap di Jalan Margonda Raya pada Desember 2021. Memang, saat itu ruas jalan berlangsung lancar dan tidak terlihat kemacetan sedikit pun.

Akan tetapi, kepadatan kendaraan terlihat di lima jalur alternatif, yakni Jalan Komisaris Jenderal Mohammad Yasin, Jalan Rumah Tahanan Militer (RTM), Jalan Insinyur Juanda, Jalan Kukusan, dan Jalan Tole Iskandar.

Dengan begitu, dapat disimpulkan kalau kelima jalur tersebut tidak mampu melancarkan arus lalu lintas, sehingga ganjil genap sangat sulit dikembangkan di kota ini. Kalau pun ingin menerapkannya, Depok harus memiliki banyak jalur alternatif terlebih dahulu.

Baca Juga: Kebijakan Jam Ganjil Genap Jakarta dan Lokasi Terbarunya!

Itu dia sejumlah informasi terkait jam ganjil genap yang pernah maupun sedang diterapkan di beberapa kota. Bagaimana, kini sudah tahu kan daerah apa saja yang berhasil dengan aturan GaGe?

Kalau begitu, pastikan kamu menaatinya dengan baik agar tidak terjerat sanksi. Selain itu, pastikan juga seluruh keadaan mobil aman agar nantinya berkendara semakin lancar.

Namun, jika ingin lebih nyaman kamu bisa mengganti sejumlah suku cadang mobil serta membeli aksesori pendukung seperti cover dan lain sebagainya sesuai keinginan, kebutuhan, dan budget yang ada.

Nah, agar proses pembelian berlangsung mudah, kamu bisa coba melakukannya secara online melalui e-commerce terbaik dan terpercaya seperti JD.ID.

Pasalnya, di platform belanja ini kamu tidak hanya menemukan banyak peralatan otomotif, namun juga bisa membelinya menggunakan sejumlah promo menarik seperti diskon, cashback, gratis ongkir, dan cicilan 0%.

Tak hanya itu, kegiatan belanja juga jadi semakin menyenangkan, terlebih produk-produk yang dijual sudah #DijaminORI, dan kamu juga bisa melakukan pembayaran secara fleksibel dengan memilih satu metode yang ingin digunakan, baik itu transfer bank, e-money, atau COD.

Jadi, tunggu apalagi? Sebelum kehabisan, yuk beli kebutuhan berkendaramu sekarang juga sebelum kehabisan!