Biaya Transportasi Jakarta, Lebih Mahal Kereta atau TJ?

0
980
Biaya Transportasi Jakarta, Lebih Mahal Kereta atau TJ?
Foto: Rumah123

Naiknya harga BBM pada 3 September 2022 ternyata memengaruhi biaya sejumlah transportasi Jakarta, termasuk ojek online. Hal itu cukup membuat “pusing” masyarakat, terutama yang bekerja di Ibu Kota karena angkutan tersebut sangat diandalkan.

Biasanya, orang-orang menggunakan KRL Commuter Line, TransJakarta, dan ojek online agar mobilitas semakin mudah. Tetapi, karena adanya penyesuaian tarif di beberapa moda transportasi, maka pemilihan angkutan menjadi hal yang semakin dipertimbangkan.

Sebagai contoh, Ayu yang tinggal di daerah Pasar Minggu dan bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta setiap harinya harus menempuh jarak sejauh 12 kilometer untuk berangkat ke kantor menggunakan ojek online.

Sebelum tarif ojol naik, Ayu merogoh kocek sekitar Rp 34 ribu untuk satu kali perjalanan ke kantor di jam 8.00 pagi dan Rp 50 ribu di jam pulang 18.00 WIB. Namun, setelah kenaikan Ayu mengeluh karena bujet yang harus ia keluarkan membengkak, yakni Rp 42 ribu untuk keberangkatan dan Rp 63 ribu untuk pulang.

Jika tarif tersebut diakumulasikan dalam satu bulan (22 hari kerja), maka bujet pulang pergi (PP) yang harus Ayu persiapkan yaitu:

Sebelum tarif ojol naik

  • Ongkos pergi: Rp 34 ribu x 22 = Rp 748 ribu.
  • Ongkos pulang: Rp 50 ribu x 22 = Rp 1,1 juta.
  • Total ongkos PP: Rp 1,8 juta.

Setelah tarif ojol naik

  • Ongkos pergi: Rp 42 ribu x 22 = Rp 924 ribu.
  • Ongkos pulang: Rp 63 ribu x 22 = Rp 1,4 juta.
  • Total ongkos PP: Rp 2,3 juta.

Dari rincian ongkos di atas, maka ekstra bujet yang harus Ayu keluarkan untuk ongkos ke kantor PP, yaitu Rp 2,3 juta (tarif ojol baru) – Rp 1,8 juta (tarif ojol lama) = Rp 500 ribu.

Lalu, bagaimana ya jika Ayu menggunakan jenis transportasi Jakarta lainnya, dan berapa besar biaya yang harus dipersiapkan untuk ongkos selama satu bulan? Yuk, cari tahu jawabannya pada artikel berikut ini.

Baca Juga: BBM Naik, Tarif Ojek Online Kena Imbas?

Rincian Biaya Transportasi Jakarta

Rincian Biaya Transportasi Jakarta
Foto: Wisatatangerang.id

Sebagai pekerja Ibu Kota, kamu pasti sudah tidak asing dengan transportasi umum yang ada di Jakarta. Nah, dari banyaknya pilihan yang tersedia ada tiga yang paling sering digunakan, yaitu:

1. Transportasi Jakarta KRL Commuter Line

Menjadi salah satu transportasi yang mampu menjangkau banyak daerah dalam waktu singkat, KRL memang sangat diandalkan. Tidak terkecuali oleh Ayu yang tempat tinggalnya cukup dekat dengan Stasiun Pasar Minggu Baru, ia kerap kali menggunakan kereta sebagai transportasi untuk pergi dan pulang dari kantor.

Ini adalah rincian bujet untuk perjalanan pergi:

  • Ojek online ke Stasiun Pasar Minggu Baru: Rp 15 ribu.
  • Tiket KRL tujuan Stasiun Manggarai: Rp 3.000.
  • Ojek online dari Stasiun Manggarai ke Kuningan: Rp 15 ribu.
  • Total ongkos per hari: Rp 33 ribu.
  • Total ongkos 22 hari: Rp 33 ribu x 22 hari = Rp 726 ribu.

Sementara, untuk pulangnya Ayu kembali menggunakan transportasi yang sama. Namun, untuk ojek online ke Stasiun Manggarai sendiri tarifnya mengalami kenaikan karena dipesan di jam 18.00 WIB.

  • Ojek online ke Stasiun Manggarai: Rp 19 ribu.
  • Tiket KRL tujuan Stasiun Pasar Minggu Baru: Rp 3.000
  • Ojek online dari Stasiun Pasar Minggu Baru ke rumah: Rp 15 ribu
  • Total ongkos: Rp 37 ribu.
  • Total ongkos 22 hari: Rp 37 ribu x 22 hari = Rp 814 ribu.

Dilihat dari rincian harga tersebut, bisa disimpulkan kalau Ayu menghabiskan uang untuk biaya PP ke kantor selama 22 hari, yaitu sekitar Rp 726 ribu + Rp 814 ribu = Rp 1,5 juta.

2. TransJakarta

Selain KRL, TransJakarta juga kerap digunakan Ayu sebagai moda transportasi untuk bekerja. Biasanya, sebelum naik TJ ke kantor ia harus memesan ojek online terlebih dahulu dari rumahnya ke Halte Jati Padang. Untuk tarifnya sendiri bisa dilihat di bawah ini:

  • Tarif ojol ke Halte Jati Padang: Rp 17 ribu.
  • Ongkos TJ dari Halte Jati Padang ke Halte Karet Kuningan: Rp 3.500.
  • Total ongkos pergi per hari: Rp 17 ribu + Rp 3.500 = Rp 20.500.
  • Total ongkos pergi 22 hari: Rp 20.500 x 22 hari = Rp 451 ribu.

Ongkos tersebut menariknya juga berlaku untuk perjalanan pulang dengan jenis transportasi dan rute yang sama. Dengan begitu, jika dihitung PP maka total dana yang Ayu keluarkan yaitu Rp 451 ribu x 2 = Rp 902 ribu.

3. Ojek Online

Untuk jenis transportasi yang satu ini, sebenarnya simulasi perhitungan ongkosnya bisa kamu lihat di awal pembahasan dengan total bujet PP ojek online selama 22 hari kerja, yaitu Rp 2,3 juta.

Nominal tersebut didapat dari total ongkos ojol Ayu saat berangkat dan pulang dari kantor menggunakan tarif baru. Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • Ongkos ojol di jam 08.00 WIB, Rp 42 ribu (tujuan rumah – kantor)
  • Ongkos ojol di jam 18.00 WIB, Rp 63 ribu (tujuan kantor – rumah)

Dari tarif tersebut, dapat disimpulkan kalau ongkos yang Ayu keluarkan sebesar:

  • Biaya ojol PP per hari: Rp 42 ribu + Rp 63 ribu = Rp 105 ribu.
  • Biaya ojol PP 22 hari = Rp 105 ribu x 22 hari = Rp 2,3 juta.

Mungkin lebih mahal dibandingkan dua transportasi Jakarta sebelumnya, namun kamu akan lebih nyaman dan cepat sampai tujuan.

4. Kendaraan Pribadi

Ini memang bukan bagian dari transportasi Jakarta, namun bisa jadi pilihan buat kamu yang ingin mobilitas ke kantor lebih aman. Pasalnya, perubahan cuaca seperti hujan dan terik matahari tidak lagi menjadi hal yang mengkhawatirkan.

Walaupun, kamu harus memperhatikan bujet untuk bensin kendaraan. Jika mengambil contoh dari Ayu yang memiliki mobil Nissan X-Gear dan motor Honda Vario 125 cc, kira-kira berapa total biaya yang harus dikeluarkan? Berikut perhitungannya.

Harga Bensin Mobil

Saat hendak digunakan, Ayu terlebih dahulu mengisi bensin mobil dan motor full tank dengan kondisi di dalam tangki hampir habis. Hal ini dilakukan agar bensin awet, karena di dalam tangki tidak ada ruang kosong sehingga proses pembakarannya menjadi lebih lama.

Estimasi biaya transportasi satu bulan:

  • Bensin PP: Rp 700 ribu per 10 hari.
  • Bensin PP per hari: Rp 700 ribu / 10 hari = Rp 70 ribu.
  • Biaya bensin 22 hari: Rp 70 ribu x 22 hari = Rp 1,5 juta.
  • Parkir: Rp 10 ribu per hari
  • Biaya parkir 22 hari: Rp 10 ribu x 22 hari = Rp 220 ribu.

Dari perhitungan di atas, maka Ayu harus menyiapkan bujet sebesar Rp 1,5 juta (bensin mobil) + Rp 220 ribu (parkir) = Rp 1,7 juta.

Harga Bensin Motor

Di samping itu, jika kendaraan yang digunakan adalah motor, maka Ayu harus menyiapkan dana sebesar:

  • Bensin motor PP: Rp 50 ribu per tujuh hari.
  • Bensin motor PP per hari: Rp 50 ribu / 7 hari = Rp 7.000.
  • Biaya bensin 22 hari: Rp 7 ribu x 22 hari = Rp 154 ribu.
  • Parkir: Rp 5.000 per hari.
  • Biaya parkir 22 hari: Rp 5.000 x 22 hari = Rp 110 ribu.

Maka estimasi total biaya yang harus Ayu keluarkan, yaitu Rp 154 ribu + Rp 110 ribu = Rp 264 ribu. Bagaimana, apakah masuk ke dalam bujet transportasimu?

Baca Juga: Awas Kena Tilang, Pahami Aturan Ganjil Genap Jakarta Ini!

Jadi, Transportasi Mana yang Kamu Pilih?

Dari simulasi yang sudah diketahui di pembahasan sebelumnya, kira-kira transportasi Jakarta mana yang akan kamu gunakan? Kalau masih bingung, yuk intip lagi rinciannya setiap modanya berikut ini.

  • KRL Commuter Line: Rp 1,5 juta
  • TransJakarta: Rp 902 ribu
  • Ojek online: Rp 2,3 juta
  • Kendaraan pribadi: Rp 1,7 juta untuk mobil dan Rp 264 ribu untuk motor.

Kamu bisa mempertimbangkan kembali jenis transportasi Jakarta mana yang sekiranya masuk ke dalam bujet bulananmu. Namun, jika yang diprioritaskan adalah rasa nyaman, maka kamu bisa memilih kendaraan pribadi.

Jika belum memilikinya atau ingin mengganti yang baru dan lebih mumpuni, maka kamu bisa coba mencari pilihan unit terbaiknya secara online agar lebih mudah. Salah satunya melalui e-commerce terpercaya di Indonesia, yaitu JD.ID.

Di sini, kamu bisa menemukan banyak merek dan tipe sepeda motor maupun mobil yang bisa dibeli sesuai keinginan serta kebutuhan. Tak hanya itu, kamu juga bisa melengkapi aksesori kendaraan seperti helm, jaket, sarung tangan, dan lain sebagainya.

Lalu, agar lebih hemat kamu juga bisa menggunakan sejumlah promo yang tersedia seperti diskon, cashback, gratis ongkir, dan cicilan 0%.

Dengan semua promo itu, kegiatan belanja jadi semakin menyenangkan, terlebih produk-produk yang dijual sudah #DijaminORI dan kamu juga bisa melakukan pembayaran secara fleksibel dengan memilih satu metode yang ingin digunakan.

Gimana, sangat mudah dan menyenangkan kan berbelanja di JD.ID? Kalau begitu, tunggu apalagi? Sebelum kehabisan, yuk beli sekarang!