Harga Pertalite Rp 10 Ribu, Jenis Kendaraan Ini Dilarang Beli Lho!

0
462
Harga Pertalite Rp 10 Ribu, Jenis Kendaraan Ini Dilarang Beli Lho!
Foto: Pertamina

Presiden Joko Widodo resmi menaikan harga Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Hal tersebut diungkapkan melalui akun Instagram pribadinya @jokowi yang menyebutkan bahwa menaikkan BBM menjadi pilihan terakhir pemerintah.

“Upaya melindungi rakyat untuk tidak menaikkan harga bensin subsidi, yaitu Pertalite bertujuan untuk menekan APBN yang mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun,” ujar Jokowi seperti yang dirangkum pada video di akun Instagramnya.

Oleh karena itu, bensin Pertalite akan mengalami penyesuaian harga agar subsidi BBM dapat dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Dalam video tersebut, dilanjutkan bahwa kenaikan harga Pertalite berlaku mulai dari 3 September 2022.

Selain menaikkan harga BBM, pemerintah juga mengatur jenis kendaraan yang boleh dan tidak diperbolehkan menerima subsidi bensin. Apa saja? Yuk, simak informasi lengkapnya pada artikel berikut ini.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Update Harga BBM Terbaru

Harga Pertalite Naik, Ini Daftar Kendaraan yang Boleh Membelinya

Harga Pertalite Naik, Ini Daftar Kendaraan yang Boleh Membelinya
Foto: Pertamina

Kenaikan Bahan Bakar Minyak rupanya juga memengaruhi jenis kendaraan yang boleh dan dilarang membeli bensin Pertalite. Hal itu merujuk dari Badan Pengatur Hilir Minyak (BPH Minyak) yang mengatur pembagian kendaraan, yaitu mobil 1.400 cubicle centimeter (cc) dan motor 250 cc.

Namun, hal tersebut masih menunggu terbitnya revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyedia, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Lalu, kira-kira apa saja jenis kendaraan yang bisa mendapatkan subsidi BBM Pertalite? Daripada penasaran, berikut informasi lengkapnya.

Jenis Kendaraan yang Boleh Membeli Bensin Pertalite

Tanpa perlu berlama-lama, di bawah ini merupakan jenis kendaraan yang boleh mengisi Bahan Bakar Minyak Pertalite, yaitu:

Mobil

  • Daihatsu Sigra 998 cc dan 1.197 cc
  • Daihatsu Xenia 1.329 cc
  • Honda Brio 1.199 cc
  • Toyota Calya 1.197 cc
  • Toyota Avanza 1.329 cc

Motor

  • Honda BeAT 110 cc7
  • Honda Vario 110 cc, 125 cc, 150 cc, dan 160 cc
  • Honda PCX 150 cc dan 160 cc
  • Yamaha Mio 110 cc dan 125 cc
  • Yamaha Nmax 155cc

Semua jenis kendaraan ini diperbolehkan mengisi bensin Pertalite karena kapasitas mesinnya di bawah 1.400 cc untuk mobil, dan 250 cc untuk sepeda motor. Nah, kapasitas itu pun mencerminkan konsumsi bahan bakarnya yang relatif sedikit, yakni 1-1,2 liter.

Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa penggunaan BBM subsidi untuk kendaraan-kendaraan ini cukup irit dan efisien. Terlebih, ada beberapa mobil yang juga sudah dibekali teknologi VVT-1 untuk menekan bensin agar tidak terlalu boros.

Harga Pertalite Rp 10 Ribu, Kendaraan Ini Dilarang Beli Bensin Subsidi

Jika sebelumnya kamu sudah mengetahui daftar kendaraan yang diperbolehkan mengisi bensin Pertalite, maka kali ini kamu akan mengetahui 10 kendaraan di antaranya yang terdiri dari:

Mobil

  • Toyota Kijang Innova 2.400 cc
  • Toyota Fortuner 2.400, 2.700, dan 2.800 cc
  • BMW 8 Series 3.000 cc
  • Mercedes-Benz GLE Class 2.900 cc
  • Mitsubishi Pajero Sport 2.400 cc

Motor

  • Kawasaki Ninja 250 cc
  • Honda CBR 250 cc
  • Honda Forza 250 cc
  • Yamaha XMAX 250 cc
  • Yamaha R25 250 cc

Melihat dari kapasitas mesinnya yang besar dan melebihi batas aturan, maka tak heran apabila kendaraan-kendaraan tersebut dilarang menggunakan Pertalite. Pasalnya, secara oktan juga tidak menunjang karena RON mobil dan motor di atas tidak sesuai.

Apabila dipaksakan, maka kinerja kendaraan akan menurun dan secara tidak langsung merusak berbagai komponen, tidak terkecuali bagian mesinnya.

Perbedaan Bensin Pertalite dan Pertamax

Saat ini beberapa SPBU Pertamina juga sudah menerapkan pencatatan nomor polisi (nopol) kendaraan roda empat yang mengisi bensin Pertalite untuk membatasi pembelian maksimal 60 liter per hari.

Oleh karena itu, sejumlah kendaraan yang dilarang mengisi bensin subsidi dapat beralih dengan membeli Bahan Bakar Minyak Pertamax. Sebab, RON menyesuaikan dengan cc jenis kendaraan.

Perlu diketahui, oktan untuk Pertalite adalah 90 sementara Pertamax 92. Selain itu, terdapat beberapa perbedaan antara kedua jenis bensin tersebut, yaitu:

  • Perbedaan nilai oktan. Semakin tinggi oktan maka pembakaran BBM akan jauh lebih lama.
  • Tingkat polusi. Semakin tinggi nilai oktan dari Bahan Bakar Minyak, maka polusi yang ditimbulkan akan semakin kecil.
  • Kompresi mesin. Pertamax ditujukan untuk kendaraan dengan kompresi mesin di atas 10:1 sampai 10,9:1. Sedangkan, Pertalite di bawah 9:1 hingga 10:1.
  • Warna cairan. Pertalite memiliki warna cairan hijau, sementara Pertamax biru.
  • Harga bensin. Pertamax menawarkan harga yang lebih mahal, namun jenis BBM ini terbilang lebih irit karena memiliki oktan yang lebih tinggi. Berbeda dengan Pertalite yang jauh lebih murah karena merupakan bensin subsidi.

Baca Juga: Bensin Pertalite Naik, Ini Ketentuan Kendaraannya!

Itulah sederet informasi yang sudah kamu ketahui tentang jenis kendaraan yang terdampak kenaikan harga Pertalite Rp 10 ribu dan yang tidak. Bagaimana, kini sudah sangat jelas, bukan?

Jika kendaraan yang kamu miliki tidak terkena pembatasan harga untuk BBM Pertalite, maka bisa langsung membeli bensin seperti biasanya. Namun, kamu juga perlu memperhatikan komponennya untuk memastikan semuanya aman.

Tetapi, agar lebih terjamin lagi kamu bisa mengupgrade suku cadang yang digunakan. Nah, terkait hal ini kamu bisa mencari produk terbaiknya secara online agar lebih praktis dan mudah.

Salah satunya melalui JD.ID, platform belanja yang sudah terbukti hanya menjual produk-produk original, baik dalam bentuk suku cadang mesin maupun elektronik, dan berbagai aksesori lainnya yang bisa dibeli sesuai keinginan, kebutuhan, serta budget yang ada.

Lalu, agar lebih hemat kamu juga bisa menggunakan sejumlah promo yang tersedia, seperti diskon, cashback, gratis ongkir, dan cicilan 0%. Benar-benar menguntungkan, kan? Jadi, tunggu apalagi? Sebelum kehabisan, yuk beli sekarang!